Gubernur NTB Serukan Perdamaian Dunia pada Peringatan Hari Lahir Pancasila

  • 01 Jun 2026 17:28 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyerukan pentingnya perdamaian dunia dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
  • Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyerukan pentingnya perdamaian dunia dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Pesan itu disampaikan saat memimpin upacara di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin, 1 Juni 2026.

‎Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut, menurut Iqbal, menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan menjaga persatuan nasional, tetapi juga dapat menjadi kontribusi Indonesia bagi perdamaian global.

‎“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” kata Iqbal saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

‎Iqbal mengatakan dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik, konflik antarnegara, hingga disrupsi teknologi yang memengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Dalam situasi itu, Pancasila dinilai tetap menjadi jangkar moral yang menjaga arah bangsa Indonesia.

‎Ia menyinggung Indonesia sebagai negara dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis yang mampu tetap bersatu di tengah keberagaman. Menurut dia, pengalaman Indonesia dalam merawat kebhinekaan menjadi contoh penting bagi dunia internasional.

‎Dalam pidato tersebut, Iqbal juga menegaskan amanat konstitusi Indonesia untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Politik luar negeri bebas aktif, kata dia, menjadi instrumen diplomasi Indonesia dalam menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

‎“Musyawarah dan mufakat adalah nilai yang sangat dibutuhkan dunia saat ini,” ujarnya.

‎Ia mencontohkan keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), upaya mediasi di berbagai konflik regional, hingga konsistensi pemerintah Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah. Menurut Iqbal, langkah tersebut merupakan implementasi sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

‎“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

‎Di akhir pidato, mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan seremonial semata.

‎Iqbal juga menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik berpihak pada rasa keadilan masyarakat, terutama kelompok kecil dan rentan. Ia mengingatkan pentingnya melawan intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmoni kebangsaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....