Idul Adha Jadi Momentum Perubahan Diri Warga Binaan Lombok Barat
- 27 Mei 2026 10:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Suasana penuh haru dan kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Rabu pagi 27 Mei 2026. Ribuan warga binaan tampak larut dalam doa dan refleksi diri saat mengikuti ibadah bersama jajaran petugas pemasyarakatan dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan.
Sebanyak 1.747 warga binaan Muslim dari total 1.883 penghuni Lapas mengikuti Sholat Idul Adha yang dipusatkan di lapangan utama Lapas. Sejak pagi hari, para warga binaan telah memadati area ibadah dengan mengenakan pakaian muslim serba rapi, menciptakan pemandangan religius yang sarat makna spiritual.
Pelaksanaan sholat berlangsung lancar dengan Imam sekaligus khatib dari Kantor Urusan Agama Kuripan, Ust. Gafurudin. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri dan membangun keikhlasan selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
“Keikhlasan adalah kunci perubahan diri. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani pembinaan di dalam Lapas,” ujarnya.
Ia menegaskan, makna Idul Adha bukan sekadar penyembelihan hewan kurban, melainkan simbol pengorbanan, pengendalian diri, dan keberanian meninggalkan kesalahan masa lalu demi masa depan yang lebih baik.
“Momentum Idul Adha mengajarkan manusia untuk ikhlas menghadapi ujian hidup serta berani berubah menjadi pribadi yang lebih bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan, khususnya dalam membentuk mental, karakter, dan spiritualitas mereka selama menjalani hukuman.
“Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan harapan. Kami berharap momentum ini menjadi penguat mental dan spiritual agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun kesadaran warga binaan agar mampu memperbaiki diri dan memiliki harapan baru setelah bebas nantinya.
Pelaksanaan Idul Adha di Lapas Kelas IIA Lombok Barat itu pun berlangsung aman, tertib, dan penuh makna. Suasana haru terlihat dari wajah sejumlah warga binaan yang tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah hingga khutbah berakhir.
“Semoga momen Idul Adha ini menjadi awal perubahan hidup yang lebih baik bagi seluruh warga binaan,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....