"Ireng Gagah Manis" Sapi Kurban Presiden Berbobot Lebih Satu Ton Asal Lombok Barat

  • 23 Mei 2026 20:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Seekor sapi kurban asal Lombok Barat berhasil mencuri perhatian setelah lolos menjadi sapi Bantuan Masyarakat Presiden (BanmasPres) tahun 2026. Sapi berbobot lebih dari satu ton itu dipastikan akan disalurkan ke Masjid Belencong, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Peternak asal Dasan Geres, Gerung, Lombok Barat, Atang Setyanoro mengaku bersyukur karena tahun ini kembali dipercaya mendapatkan program BanmasPres setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat.

“Alhamdulillah tahun ini kita kembali dapat sapi dari BanmasPres. Alhamdulillah kita lolos setelah melalui beberapa tahapan seleksi,” ujar sang pemilik kandang, Atang Setyanoro, saat ditemui RRI dikandangnya, Sabtu 23 Mei 2026.

Atang menjelaskan, sapi yang diberi nama Ireng Gagah Manis itu berusia sekitar empat tahun dan merupakan sapi asli Lombok Barat. Sapi tersebut sebelumnya diambil dari peternak di wilayah Duman, Kecamatan Lingsar.

“Ya sapi ini memang asli dari sapi Lombok Barat. Saya ambil dari salah satu peternak di daerah Duman di Lingsar,” katanya.

Menurutnya, saat proses penimbangan awal, bobot sapi mencapai 1 ton 1 kilogram. Namun kondisi cuaca panas sempat membuat berat badan sapi menurun karena kurang nafsu makan.

“Waktu mau ditimbang itu cuaca terlalu panas sekali, jadi dia kurang kuat makan komboran sehingga beratnya sempat drop,” ucapnya.

Meski demikian, kondisi sapi kini kembali stabil. Bahkan hasil penimbangan terakhir menunjukkan berat sapi meningkat signifikan hingga mencapai 1 ton 28 kilogram.

“Satu minggu lalu sapi ini saya timbang lagi, beratnya sudah satu ton dua puluh delapan kilo,” katanya menegaskan.

Nama Ireng Gagah Manis sendiri ternyata memiliki makna khusus. Atang menyebut nama tersebut merupakan singkatan dari Rengganis, sementara warna hitam pekat pada tubuh sapi menjadi alasan penyematan nama “Ireng”.

“Jenis sapinya simental cross, dia cross sama hangus makanya warnanya hitam,” ujarnya.

Tak hanya memiliki bobot jumbo, harga sapi BanmasPres itu juga fantastis. Atang menyebut nilai jual sapi tersebut mencapai Rp136 juta.

“Untuk harga sapinya seratus tiga puluh enam juta,” katanya.

Ia menjelaskan sapi tersebut sebenarnya sudah lama dipelihara dengan sistem kerja sama bagi hasil bersama peternak sebelumnya. Namun, menjelang Ramadan sapi mulai dipindahkan dan dirawat intensif di kandangnya selama kurang lebih tiga bulan terakhir.

“Sudah lama sebenarnya kita pelihara, cuma sebelum puasa baru saya ambil ke sini,” ucapnya.

Perawatan sapi dilakukan secara rutin agar kesehatannya tetap terjaga. Mulai dari vaksinasi hingga pemberian obat cacing dilakukan setiap tiga bulan sekali.

“Kalau vaksin dan perawatan obat cacing itu kita rutin selama tiga bulan sekali,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....