Harga Saprodi Mahal, Luas Tanam Jagung di Dompu Menyusut

  • 21 Mei 2026 14:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Kabupaten Dompu sejak tahun 2010 dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional. Penyediaan pasar yang luas serta kemudahan akses perbankan saat itu membuat banyak petani yang sebelumnya menanam kedelai beralih ke komoditi jagung.

Sektor pertanian jagung bahkan sempat menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di Kabupaten Dompu. Ribuan hektar lahan pertanian dimanfaatkan untuk budidaya jagung guna memenuhi kebutuhan pasar nasional.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, luas tanam jagung di Kabupaten Dompu mulai mengalami penyusutan.

Ketidakpastian harga hasil panen dan tingginya harga sarana produksi pertanian atau saprodi disebut menjadi penyebab utama menurunnya minat petani menanam jagung.

Data yang dihimpun menunjukkan, dari total sekitar 120 ribu hektar lahan jagung yang pernah digarap petani, kini tersisa sekitar 98 ribu hektar saja.

Sebagian petani mulai beralih kembali ke komoditi lain karena keuntungan dari tanaman jagung dinilai semakin kecil.

Ahmad Jayadi, petani asal Desa Sukadamai, Kecamatan Menggelewa mengatakan, tingginya harga obat-obatan pertanian membuat biaya produksi terus meningkat, sementara harga jual jagung belum memberikan kepastian keuntungan bagi petani.

“Ini sangat-sangat merugikan untuk petani, pertama karena semua harga saprodi itu mahal semua. Jadi ini salah satu caranya dibiarkan dulu di pohonnya untuk tunda, dengan harapan bisa ada kenaikan harga,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Kondisi harga hasil pertanian yang belum stabil membuat sebagian petani memilih menunda panen. Jagung dibiarkan tetap berada di pohonnya sambil menunggu kemungkinan harga jual membaik di pasaran.

Selain harga obat-obatan pertanian yang tinggi, kenaikan harga pupuk dan kebutuhan produksi lainnya juga menjadi beban tambahan bagi petani.

Akibatnya, keuntungan yang diperoleh dari komoditi jagung terus menyusut dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan selama masa tanam.

Petani berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga jagung sekaligus membantu menekan harga saprodi agar sektor pertanian di Kabupaten Dompu kembali bergairah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....