Petani Lombok Selatan Bersyukur Harga Jagung Membaik
- 21 Mei 2026 09:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Petani jagung di wilayah Lombok selatan mulai merasakan dampak positif dari membaiknya harga jual jagung dalam beberapa waktu terakhir. Harga jagung di tingkat petani kini berada di kisaran Rp5.500 per kilogram, mengikuti kebijakan pemerintah terkait harga pembelian jagung.
Seorang petani jagung di Dusun Kwang Rundun, Desa Kwang Rundun, Kecamatan Jerowaru, Muksin mengatakan harga jagung sebelumnya sempat bervariasi di angka Rp5.300 hingga Rp5.400 per kilogram. Namun, dalam beberapa pekan terakhir harga mulai naik seiring berkurangnya masa panen raya.
“Kalau harga kemarin bervariasi, ada Rp5.300, ada Rp5.400. Akhir-akhir ini baru naik jadi Rp5.500 karena panen mulai berkurang,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.
Menurutnya, petani saat ini tidak mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen. Bahkan para pengepul dan pembeli sudah datang langsung ke lokasi saat petani baru mulai panen.
“Baru kita panen saja sudah ada yang datang menawarkan uang duluan,” katanya.
Muksin menilai tingginya permintaan jagung turut dipengaruhi oleh pembelian dari luar daerah. Jagung dari wilayah selatan Lombok tidak hanya dipasarkan di NTB, tetapi juga dikirim ke Pulau Jawa melalui para pengepul.
“Banyak pembeli dari Jawa yang datang langsung ke sini,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuat petani merasa lebih nyaman untuk kembali menanam jagung. Meski demikian, sejumlah persoalan masih dihadapi petani, terutama terkait biaya produksi dan akses distribusi hasil panen.
Ia menjelaskan, kondisi medan menuju lahan pertanian menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi petani yang memiliki lahan di wilayah terpencil. Petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen dari ladang menuju rumah atau titik penjualan.
“Kalau lahannya jauh atau di tengah, petani kewalahan di jalur pengangkutan. Itu menambah biaya angkut,” jelasnya.
Selain itu, harga pupuk juga dikeluhkan petani. Menurut Muksin, harga pupuk di kelompok tani justru mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin di kelompok tani sekitar Rp300 ribu, sekarang sampai Rp350 ribu,” katanya.
Meski harga jagung saat ini masih mampu menutupi biaya produksi, para petani berharap pemerintah dapat menurunkan harga pupuk agar beban usaha tani lebih ringan.
“Harapan kami harga pupuk bisa diturunkan,” ujarnya.
Saat ini, sebagian petani di Lombok selatan juga mulai bersiap memasuki musim tanam tembakau setelah panen jagung selesai. Namun, petani mengaku masih mengalami kesulitan mendapatkan pupuk untuk komoditas tembakau, khususnya bagi petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani atau hanya menyewa lahan garapan.
“Kami kesulitan mendapatkan pupuk, terutama untuk petani yang tidak masuk kelompok tani,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....