Dosen Fakultas Pertanian Unram Latih Petani Pengembur Produksi Input Organik
- 20 Mei 2026 23:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Mataram melakukan kegiatan pengabdian bertema pertanian organik di lahan kering di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini dimulai sejak akhir Februari hingga Juli 2026 dengan mitra sasaran kelompok tani yang dimotori oleh Kelompok Tani Remaja Tani.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan petani dalam mengelola pertanian secara mandiri dan berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan pertanian.
Kegiatan diawali dengan survei, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan berupa penyuluhan dan demontrasi pembuatan input organik serta dilengkapi demontrasi plot yang melibatkan partisipasi aktif peserta kegiatan dalam praktek langsung.
| Baca juga: Lombok Utara Potensi Pertanian Kakao Ekspor |

Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara langsung di lapangan agar petani dapat memahami teknik budidaya dan pembuatan input organik secara lebih mudah dan aplikatif. Metode demonstrasi dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik yang diajarkan secara mandiri.
Kegiatan tersebut meliputi:
- Sosialisasi Budidaya Padi Gogo Beras Merah Inpago Unram-1 Secara Organik
- Budidaya Jagung stay green yang batang dan daunnya masih hijau ketika tongkol jagung siap panen
- Sosialisasi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dengan Pestisida Nabati, Pemanfaatan Mikrorganisme Hayati Trichoderma pengendali jamur pathogen serta tanaman repelan (penolak hama) dan refugia (penarik musuh alami hama)
- Demontrasi pembuatan pestisida nabati berbahan utama biji nimba, PGPR berbahan dasar akar bambu, dan perbanyakan Trichoderma
- Pembuatan demplot budidaya padi gogo Inpago Unram-1 secara organik dengan sistem jajar legowo
- Pembuatan demplot budidaya jagung stay green
Melalui kegiatan tersebut, petani diperkenalkan pada penggunaan pestisida nabati berbahan biji nimba sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, petani juga dilatih membuat PGPR berbahan dasar akar bambu untuk membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami.

Petani turut mendapatkan pelatihan perbanyakan mikroorganisme hayati Trichoderma yang berfungsi sebagai pengendali jamur patogen tanaman. Pemanfaatan mikroorganisme tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan kimia sintetis.
Sebagai bagian dari praktik lapangan, tim pengabdian juga membuat demplot budidaya padi gogo Inpago Unram-1 secara organik menggunakan sistem jajar legowo dan demplot budidaya jagung stay green sebagai sarana pembelajaran langsung bagi peserta.
Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi tiga tim pengabdian. Masing-masing tim diketuai oleh Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, SP., MP. untuk budidaya padi beras merah Inpago Unram secara organik, Prof. Dr. Ir. I Wayan Sudika, MS. untuk budidaya jagung stay green dengan sistem tunggal dan sistem jajar legowo, serta Prof. Dr. Ir. Ruth Stella Thei, MS untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman dalam pertanian organik.
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian berharap petani mampu memanfaatkan bahan alami di sekitar lahan untuk menekan biaya produksi, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan pestisida sintetis, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah lahan kering serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penerapan sistem pertanian organik.
(Penulis: Ketua tim pengabdian untuk budidaya padi beras merah Inpago Unram secara organik, Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, SP., MP. Dosen Program Studi Agroekoteknologi, FP, UNRAM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....