Flyer Penculikan Anak Hoaks, Warga Diminta Tidak Terprovokasi
- 19 Mei 2026 12:33 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan flyer terkait isu penculikan anak yang beredar di media sosial merupakan informasi bohong atau hoaks.
- Penyebaran informasi tanpa dasar berpotensi memicu keresahan sosial.
- Pemprov NTB berharap aparat kepolisian dapat menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan flyer tersebut agar tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan flyer terkait isu penculikan anak yang beredar di media sosial merupakan informasi bohong atau hoaks. Pemerintah meminta masyarakat tidak terpancing dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB yang juga Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. Ahsanul Khalik menegaskan flyer tersebut bukan produk resmi pemerintah daerah.
“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu seperti ini memicu kepanikan atau tindakan yang tidak kita inginkan,” kata Khlaik, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia mengatakan penyebaran informasi tanpa dasar berpotensi memicu keresahan sosial. Menurut dia, pengalaman serupa pernah terjadi di sejumlah daerah ketika seseorang dituduh sebagai penculik anak hanya berdasarkan kabar yang tidak jelas sumbernya.
“Ada yang diteriaki penculik, dikejar massa, bahkan sampai dianiaya hanya karena isu yang belum tentu benar. Hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi lagi di NTB,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, meminta masyarakat mengedepankan tabayun atau klarifikasi sebelum mempercayai suatu informasi, terlebih yang beredar cepat melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Ia juga memastikan flyer yang beredar tidak berasal dari Pemprov NTB. Salah satu indikasinya terlihat dari penggunaan logo Pemerintah Provinsi NTB yang dinilai tidak sesuai standar resmi.
“Saya sendiri menerima flyer itu dari seorang teman yang bertanya apakah benar berasal dari Pemprov NTB, dan sudah saya pastikan itu bukan,” katanya.
Pemprov NTB berharap aparat kepolisian dapat menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan flyer tersebut agar tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain demi menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....