PKK Mataram Dorong Batik Lokal Jadi Identitas Daerah
- 18 Mei 2026 20:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Tim Penggerak PKK Kota Mataram terus mendorong lahirnya kreativitas berbasis budaya lokal melalui pelatihan membatik bagi pengurus dan kader PKK tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, mengatakan batik merupakan warisan budaya yang memiliki nilai seni, filosofi, dan karakter daerah yang perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan industri kreatif modern.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader PKK tidak hanya memiliki keterampilan membatik, tetapi juga mampu menjadi penggerak kreativitas dan pelestari budaya di lingkungan masing-masing,” ujar Kikin sapaan akrabnya Senin, 18 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar di Sekretariat TP PKK Kota Mataram, itu tidak hanya difokuskan pada keterampilan membatik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas Batik Mataram sebagai ciri khas daerah.Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan pada teknik dasar membatik sekaligus pengembangan motif khas Mataram yang mengangkat ikon daerah.
"Ada beberapa simbol lokal seperti Gerbang Sangkareang, Tembolak, hingga Tugu Metro menjadi inspirasi utama dalam pengembangan motif Batik Mataram," katanya.
Menurut Kikin, penguatan motif lokal penting dilakukan agar Batik Mataram memiliki identitas yang berbeda dan mampu dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekayaan wastra Nusantara.
“Kita ingin Batik Mataram menjadi kebanggaan bersama, tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing dan dikenal lebih luas sebagai bagian dari wastra kreatif Indonesia,” ucapnya.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, pelatihan membatik juga dinilai memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan produktif yang mampu menambah pendapatan keluarga.
Di tengah berkembangnya industri fashion lokal dan produk kreatif berbasis budaya, kader PKK diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya produk batik khas Mataram yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual.
"Kami berharap semangat mencintai budaya lokal tidak hanya berhenti pada penggunaan batik sebagai pakaian, tetapi juga tumbuh menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat yang lebih luas," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....