DLH Mataram Bagikan 8.000 Totebag Tekan Sampah Plastik

  • 18 Mei 2026 18:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mulai menggencarkan upaya pengurangan sampah plastik dengan membagikan ribuan tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat. Program yang diawali di arena Car Free Day (CFD) itu selanjutnya akan menyasar seluruh pasar tradisional di Kota Mataram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 8.000 unit totebag untuk dibagikan secara gratis kepada warga sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.

“Pengunjung Car Free Day yang masih menggunakan kantong kresek untuk membawa barang belanjaannya kita tukar dengan totebag. Ini bentuk sosialisasi agar masyarakat mulai beralih dari tas kresek ke tas yang bisa digunakan berkali-kali,” ujarnya, Senin 18 Mei 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik yang selama ini dinilai masih tinggi, terutama di pasar tradisional. Jika sebelumnya pembatasan penggunaan kantong plastik lebih banyak diterapkan di retail modern, kini DLH mulai memperluas gerakan itu ke lingkungan pasar rakyat.

Menurut Denny, pembagian totebag di pasar tradisional kemungkinan mulai dilakukan pekan ini. Petugas DLH nantinya akan ditempatkan di pintu masuk pasar untuk langsung membagikan tas belanja kepada pengunjung yang datang membawa atau menggunakan kantong plastik.

“Kita akan coba di Pasar pagesangan, Nanti pengunjung yang mau belanja dan membawa kresek akan kita ganti dengan totebag di pintu masuk pasar,” katanya.

Ia menjelaskan, program tersebut akan diterapkan di seluruh pasar tradisional, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Langkah itu diharapkan mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah sulit terurai di Kota Mataram.

“Semua pasar nanti kita bagikan,” ujarnya.

Denny menilai kebijakan pembatasan kantong plastik cukup efektif menekan timbulan sampah plastik di pusat perbelanjaan modern. Namun penggunaan kantong kresek di pasar tradisional masih cukup tinggi sehingga diperlukan edukasi dan pembiasaan secara bertahap kepada masyarakat.

“Larangan penggunaan kantong plastik sudah berlaku sejak dua tahun lalu, tetapi memang di pasar tradisional penggunaannya masih banyak,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....