“Black Panther” Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo di NTB, Bobotnya Tembus 1,04 Ton
- 18 Mei 2026 14:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Ketekunan dan kesabaran Ahmad Dimiati, peternak di UD Kilometer 9, Lingkungan Kerajak, Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, kembali membuahkan hasil membanggakan. Sapi peliharaannya yang diberi nama “Black Panther” terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Iduladha 2026.
Sapi berwarna hitam pekat dengan postur besar dan gagah itu rencananya akan dikirim ke Kabupaten Sumbawa. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Ahmad, tetapi juga bagi para peternak di Lombok Tengah.
Black Panther dipelihara secara intensif selama satu setengah tahun terakhir. Dengan perawatan disiplin dan perhatian penuh, sapi itu tumbuh menjadi ternak unggulan dengan bobot fantastis mencapai 1 ton 40 kilogram saat penimbangan pada April lalu. Kini beratnya diperkirakan terus bertambah dan dibeli Presiden dengan harga sekitar Rp142 juta.
“Seleksinya mulai dari postur tubuh, kesehatan hingga pertumbuhan bobotnya. Alhamdulillah sapi kami diterima. Ini berkat kerjasama kita yang dikandang selama merawat,” ujarnya Senin, 18 Mei 2026.
Ahmad mengaku sejak awal dirinya memang menargetkan Black Panther untuk mengikuti seleksi sapi kurban bantuan Presiden. Karena itu, seluruh proses pemeliharaan dilakukan secara serius dan terukur.
“Perawatannya memang kami lakukan secara khusus. Mulai dari pola makan, kesehatan sampai kebersihan kandang benar-benar dijaga,” ujarnya.
Setiap hari sapi tersebut dibersihkan dan ditempatkan di kandang yang selalu dijaga higienitasnya. Pakan yang diberikan pun diatur dengan komposisi seimbang antara protein, karbohidrat dan mineral agar pertumbuhan bobot tetap maksimal.
Tak hanya itu, Black Panther juga rutin menjalani pemeriksaan kesehatan setiap tiga bulan sekali, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi sapi tetap prima dan layak menjadi hewan kurban.
Keberhasilan ini bukan kali pertama bagi Ahmad. Sebelumnya, sapi miliknya juga pernah terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden dengan bobot lebih dari satu ton dan disembelih di wilayah Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah.
Menurut Ahmad, proses seleksi sapi bantuan Presiden sangat ketat. Black Panther harus bersaing dengan sembilan sapi unggulan lainnya sebelum akhirnya dinyatakan lolos.
“Seleksinya cukup ketat, mulai dari postur tubuh, kesehatan hingga pertumbuhannya. Alhamdulillah sapi kami kembali dipercaya,” ujarnya.
Ia bahkan berencana mengantar langsung Black Panther ke Kabupaten Sumbawa menjelang hari kurban nanti.
Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Idham Khalid mengatakan, selain sapi milik Ahmad Dimiati asal Kelurahan Sasake, dua sapi milik peternak lainnya di Lombok Tengah juga terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia pada Iduladha 2026.
Jika sapi milik Ahmad akan dikirim ke Kabupaten Sumbawa, maka satu ekor sapi asal Desa Bonjeruk dengan berat 1 ton 5 kilogram akan disalurkan ke Kabupaten Lombok Barat.
Sementara satu ekor sapi lainnya dengan bobot sekitar 950 kilogram akan dikirim ke Kota Mataram sebagai hewan kurban bantuan Presiden.
Menurut Idham, terpilihnya tiga sapi asal Lombok Tengah menjadi hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah sekaligus bukti kualitas peternakan lokal terus berkembang.
“Ini menjadi motivasi bagi para peternak karena ternak mereka bisa dilirik Presiden. Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap peternak lokal,” ujarnya.
Ia menilai para peternak Lombok Tengah kini semakin mampu menghasilkan sapi berkualitas unggul melalui pola perawatan yang baik dan pengawasan kesehatan ternak yang ketat.
Selain menjadi kebanggaan, keberhasilan tersebut juga menunjukkan potensi peternakan Lombok Tengah yang mampu bersaing di tingkat nasional, terutama dalam penyediaan hewan kurban berkualitas.
Lebih jauh Idham menjelaskan, jumlah ternak yang disiapkan untuk kebutuhan kurban Iduladha 2026 di Lombok Tengah mencapai sekitar 10 ribu ekor yang berada di kelompok ternak masyarakat. Selain itu, terdapat sekitar 1.500 ekor ternak milik pengusaha peternakan.
Jenis ternak yang mendominasi yakni sapi Bali dan sapi eksotik dengan bobot bervariasi mulai dari 400 kilogram hingga lebih dari 1 ton.
“Kami rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....