Suasana Tenang Menjadi Panik usai ODGJ Bakar Rumahnya

  • 16 Mei 2026 17:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Suasana tenang di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran besar melanda permukiman warga pada Sabtu 16 Mei 2026. Sedikitnya 15 rumah panggung, satu rumah semi permanen dan satu gudang dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut. Seluruh bangunan rata-rata mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.40 WITA itu diduga dipicu aksi pembakaran sengaja oleh seorang warga berinisial H (38). Pria yang satu ini disebut mengalami gangguan kejiwaan alias ODGJ dan kerap terlibat pertengkaran dengan keluarga maupun tetangganya.

Menurut informasi warga, sebelum kejadian, H sering mengancam akan membakar sang adik yang ada di rumahnya. Naas aksi itu pun menjadi petaka di kampung Lido.

"Dia memang sering marah-marah dan mengancam warga. Tidak menyangka akhirnya benar terjadi kebakaran sebesar ini," kata seorang warga setempat.

Warga menyebut api pertama kali muncul dari rumah yang berada di RT 06/RW 02 Desa Lido. Kobaran api kemudian membesar dan menjalar dengan cepat ke rumah warga lain karena kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun besarnya kobaran api membuat warga kewalahan.

Laporan kebakaran diterima petugas Damkar sekitar pukul 03.15 Wita dari seorang warga bernama Abdullah. Mendapat laporan tersebut, lima unit mobil pemadam langsung diterjunkan menuju lokasi.

Petugas Damkar Kabupaten Bima bersama personel dari Kecamatan Belo, Palibelo dan Monta tiba di lokasi sekitar pukul 03.28 WITA dan langsung melakukan pemadaman.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WITA. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga pagi hari.

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun puluhan warga kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda mereka.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Sejumlah korban diketahui memiliki anak kecil dan balita sehingga sangat membutuhkan bantuan darurat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bima, Ruslan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Penanganan kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Pasca kejadian, sempat terjadi ketegangan ketika salah seorang korban bernama Andon meluapkan emosinya dengan mencoba membakar sepeda motor milik H. Namun aksi tersebut berhasil dicegah aparat kepolisian dan Babinsa yang berada di lokasi.

Pihak kepolisian kini diminta segera mengamankan terduga pelaku untuk menghindari kemungkinan aksi balasan maupun gangguan keamanan lainnya, termasuk potensi pemblokiran jalan oleh warga.

Sementara itu, pemerintah desa diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada para korban kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....