Pedagang Sambut Positif Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

  • 14 Mei 2026 11:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram- Pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Mataram menjelang Hari Raya Idul Adha mendapat respons positif dari para pedagang hewan kurban di Kota Mataram. Pemeriksaan tersebut dinilai membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan yang dijual.

Salah seorang pedagang kambing kurban di Kecamatan Selaparang, Hariadi, mengatakan pengecekan kesehatan oleh pemerintah membuat calon pembeli lebih yakin terhadap kondisi hewan kurban yang dipasarkan pedagang.

“Kalau ada pemeriksaan dari dinas, pembeli jadi lebih percaya karena hewannya dipastikan sehat,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selain menunggu pemeriksaan dari pemerintah, pihaknya juga melakukan pengecekan dan perawatan mandiri terhadap hewan kurban. Kebersihan kandang dijaga dan pakan bernutrisi diberikan agar kondisi kambing tetap sehat serta memiliki kualitas jual yang baik.

Menurut Hariadi, harga kambing kurban tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Harga jual kini berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3,7 juta per ekor tergantung ukuran dan kondisi hewan.

“Ada kenaikan sekitar Rp500 ribu dibanding tahun lalu dan itu menyesuaikan harga pasar,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha, ia menyiapkan 52 ekor kambing yang didatangkan dari peternak di Lombok Tengah. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meningkatnya permintaan pembeli.

Berbagai strategi promosi juga dilakukan pedagang untuk menarik minat masyarakat, salah satunya dengan memberikan bonus telur bagi setiap pembelian kambing kurban.

“Beli satu kambing gratis satu tray telur,” ucapnya.

Hariadi menambahkan, setelah tiga hari membuka lapak penjualan di Selaparang, sebanyak tujuh ekor kambing telah terjual. Namun sebagian besar pembeli masih memilih menitipkan hewan kurbannya hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari, mengatakan pihaknya mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah kecamatan, termasuk Selaparang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular.

“Sudah ada enam tim pemeriksa dengan total 36 anggota yang turun melakukan pengawasan,” katanya.

Johari menjelaskan, tim pemeriksa melibatkan unsur Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, serta akademisi dari perguruan tinggi seperti Universitas Pendidikan Mandalika.

Menurutnya, penyakit yang paling diantisipasi yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, dan penyakit menular lainnya. Meski ditemukan beberapa hewan mengalami gangguan penyakit mata, sejauh ini kondisi hewan kurban secara umum dinyatakan sehat dan belum ditemukan kasus PMK maupun antraks.

“Untuk penyakit berbahaya seperti antraks sampai sekarang masih aman,” jelasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....