Bupati Dompu Siap Turun Uji Siswa, Sekolah Diminta Serius Benahi Literasi
- 14 Mei 2026 06:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat, Bambang Firdaus, memberikan ultimatum tegas kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik di Kabupaten Dompu.
Ia menegaskan akan turun langsung ke sekolah-sekolah, masuk ke ruang kelas hingga menguji kemampuan siswa secara langsung.
Bahkan, Bambang menekankan, apabila nantinya ditemukan siswa yang belum mampu membaca dengan baik, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab penuh pihak sekolah dan pengelola pendidikan.
Pernyataan itu disampaikan Bambang saat mengukuhkan 42 guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah jenjang SD hingga SMP di Aula Pendopo Bupati Dompu, Rabu 13 Mei 2026.
Dalam arahannya, Bambang menyoroti sejumlah persoalan krusial yang hingga kini masih menjadi tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Dompu.
Salah satunya, masih rendahnya kemampuan dasar siswa.
“Masih banyak anak-anak kita, bahkan di kelas 5 dan 6 SD yang belum lancar membaca. Ini tidak boleh terus terjadi,” jelasnya, Kamis14 Mei 2026.
Menurut Bambang, pendidikan tidak hanya berbicara soal materi pelajaran, buku maupun fasilitas fisik sekolah semata. Namun lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk akhlak, nilai agama serta karakter peserta didik. Ia meminta seluruh sekolah di Dompu diubah menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak, dengan pendekatan penuh kasih sayang dalam proses belajar mengajar.
“Mengajar itu harus dengan hati, bukan sekadar memberi pelajaran,” ujarnya.
Bambang juga mengingatkan para kepala sekolah yang baru dikukuhkan agar tidak memandang jabatan sebagai simbol kebanggaan atau kekuasaan.
Menurutnya, posisi kepala sekolah merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, penuh kehati-hatian dan tanggung jawab moral yang tinggi.
“Jabatan ini bukan hadiah, melainkan amanah berat yang wajib dijaga dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Ia menegaskan, kepala sekolah maupun guru harus mampu menjadi teladan nyata bagi siswa. Sebab, cara paling efektif dalam mendidik bukan hanya melalui teori, melainkan lewat contoh dan perilaku sehari-hari.
Guru dan kepala sekolah, lanjut Bambang, harus memberi contoh. Karena pendidikan karakter dimulai dari keteladanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....