Ketika Baznas Ajak Mahyani Ke Desa Berdaya, Puluhan Warga Miskin Terbantu
- 05 Sep 2026 11:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Bagi sebagian orang, membangun rumah mungkin perkara biasa. Namun bagi keluarga kurang mampu, memiliki rumah yang layak huni bisa menjadi impian yang bertahun-tahun sulit diwujudkan.
Di Desa Saneo dan Desa Soritatanga, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, impian itu perlahan mulai menjadi kenyataan.
Bukan dengan anggaran besar, tetapi melalui perpaduan bantuan pemerintah, Baznas dan kekuatan gotong royong masyarakat.
Sebanyak 16 rumah layak huni kini tengah dibangun melalui program Mahyani yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Desa Berdaya.
Rumah-rumah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ukurannya memang sederhana, hanya sekitar 6 x 4 meter, dengan satu kamar tidur, ruang tamu dan WC.
Namun bagi keluarga penerima manfaat, rumah sederhana itu memiliki arti yang jauh lebih besar.
Di sanalah mereka nantinya dapat berlindung dari hujan dan panas. Di sana pula anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Wakil Ketua Baznas Kabupaten Dompu, Suherman Ahmad, mengatakan program Mahyani memang dirancang untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang lebih layak.
Mahyani sendiri merupakan singkatan dari Pembangunan Rumah Layak Huni, salah satu program Baznas yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Mahyani itu bukan nama gadis jelita nan seksi. Tapi nama program Baznas. Mahyani singkatan dari Pembangunan Rumah Layak Huni,” katanya, Sabtu, 5 September 2026.
Untuk membangun satu unit rumah, tersedia anggaran sekitar Rp25 juta. Angka tersebut tentu tidak cukup jika seluruh kebutuhan pembangunan, mulai dari material hingga tenaga kerja, harus ditanggung dari dana bantuan.
“Di sinilah kekuatan masyarakat mengambil peran,” katanya.
Program tersebut tidak sepenuhnya menyerahkan pembangunan kepada anggaran yang tersedia. Penerima manfaat justru diajak menjadi bagian dari proses pembangunan melalui swadaya dan gotong royong.
Jika keluarga penerima memiliki kayu, maka kayu tersebut digunakan untuk rumahnya. Jika memiliki batu atau pasir, material tersebut ikut disumbangkan.
Bahkan tenaga pun menjadi bagian dari sumbangan masyarakat. Ada yang bekerja sebagai tukang, ada pula yang membantu sebagai buruh. Semua dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Yang punya kayu, sumbang kayunya. Yang punya batu dan pasir, swadaya batu dan pasirnya. Termasuk menyumbang tenaganya sebagai tukang atau buruh,” jelas Suherman.
Dengan pola tersebut, nilai bantuan yang terbatas dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar. Semakin banyak material dan tenaga yang dapat disediakan secara swadaya, semakin kecil biaya yang harus dikeluarkan dari anggaran program.
Bagi keluarga penerima manfaat, gotong royong tersebut bukan sekadar membantu menyelesaikan bangunan. Ada rasa memiliki yang tumbuh sejak rumah itu mulai dibangun.
Mereka ikut mengangkat material, membantu pekerjaan tukang dan menyumbangkan apa yang mereka miliki. Rumah itu akhirnya bukan hanya berdiri karena uang bantuan, tetapi juga karena keringat banyak orang.
Menariknya, apabila kebutuhan pembangunan dapat ditekan melalui swadaya sehingga tidak seluruh anggaran Rp25 juta habis digunakan, sisa anggaran dapat dimanfaatkan oleh pemilik rumah sesuai dengan ketentuan program.
“Skema ini memberikan ruang kepada penerima manfaat untuk ikut mengoptimalkan bantuan yang diterimanya,” katanya.
Suherman mengatakan, konsep tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Mahyani. Bantuan tidak diberikan dalam bentuk yang membuat masyarakat hanya menunggu, tetapi mendorong mereka untuk ikut terlibat.
Semangatnya sederhana. Pemerintah dan Baznas memberikan dukungan, sementara masyarakat ikut mengambil bagian sesuai kemampuan.
Dari sana, sebuah rumah sederhana bisa berdiri dengan nilai manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan angka yang tercantum dalam anggaran.
Program ini juga menjadi gambaran bagaimana Program Desa Berdaya tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun kekuatan masyarakat.
Di Desa Saneo dan Soritatanga, bantuan untuk 16 unit rumah menjadi ruang bertemunya berbagai kepentingan. Ada pemerintah yang menyediakan dukungan melalui Pemerintah Provinsi NTB, Baznas yang menjalankan program, pemerintah desa yang mendukung pelaksanaan, serta masyarakat yang mengerahkan tenaga dan sumber daya.
Bagi keluarga penerima, ukuran rumah 6 x 4 meter mungkin terlihat sederhana. Tetapi ketika sebelumnya mereka harus bertahan dengan kondisi rumah yang kurang layak, bangunan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Sebuah kamar untuk beristirahat. Ruang untuk berkumpul bersama keluarga. WC yang lebih layak. Dan atap yang memberikan perlindungan ketika hujan turun. Hal-hal sederhana itu bagi sebagian keluarga merupakan bentuk peningkatan kualitas hidup yang nyata.
Karena itu, pembangunan rumah melalui Mahyani tidak semata-mata tentang batu, pasir, kayu dan semen. Di balik setiap dinding yang mulai berdiri, terdapat harapan sebuah keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Dan di balik setiap rumah yang selesai dibangun, terdapat cerita tentang gotong royong. Ketika anggaran Rp25 juta tidak cukup, masyarakat tidak berhenti.
“Mereka menambahkan apa yang mereka punya,” katanya.
Yang memiliki kayu menyumbangkan kayu. Yang memiliki material memberikan material. Yang memiliki tenaga memberikan tenaga. Sedikit demi sedikit, kontribusi tersebut dikumpulkan hingga menjadi sebuah rumah. Inilah wajah lain pemberdayaan masyarakat: bantuan yang tidak hanya diterima, tetapi dikerjakan bersama.
Melalui Mahyani, Baznas NTB bersama pemerintah dan masyarakat Dompu berupaya memastikan bahwa keluarga yang membutuhkan tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Sebab pada akhirnya, sebuah rumah bukan hanya tempat untuk berteduh. Rumah adalah tempat sebuah keluarga menyimpan harapan, membesarkan anak-anak dan membangun masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....