Anggaran Minim, Perbaikan Jalan di Mataram Dilakukan Bertahap
- 13 Mei 2026 15:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram-Keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kota Mataram dalam menangani kerusakan jalan yang terus bertambah di berbagai wilayah. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram hanya memiliki anggaran sekitar Rp200 juta untuk perawatan jalan selama satu tahun.
"Anggaran tersebut digunakan melalui sistem swakelola untuk menangani kerusakan ringan, tambal sulam, hingga penanganan darurat pada sejumlah ruas jalan di Kota Mataram." Ujar Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, besaran anggaran yang tersedia saat ini belum sebanding dengan tingginya kebutuhan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan, baik di ruas jalan utama maupun jalan lingkungan.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, anggaran Rp200 juta itu tentu belum cukup untuk pemeliharaan jalan selama satu tahun. Sementara titik kerusakan jalan cukup banyak dan permintaan perbaikan dari masyarakat juga terus meningkat,” Kata Lale.
Ia menjelaskan, keluhan masyarakat paling banyak berkaitan dengan jalan berlubang dan kerusakan ringan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Karena itu, PUPR Kota Mataram berencana mengusulkan tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau APBD Perubahan Tahun 2026 agar penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan lebih maksimal.
“Kami akan mencoba mengusulkan penambahan anggaran di APBD Perubahan karena kebutuhan penanganan jalan memang cukup tinggi,” ujarnya.
Untuk sementara, penanganan kerusakan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas jalan yang dianggap paling mendesak dan memiliki tingkat kerusakan cukup parah.
Menariknya, sebagian pekerjaan tambal sulam yang dilakukan Pemkot Mataram juga menyasar ruas jalan milik Pemerintah Provinsi NTB. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respons cepat demi menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.
| Baca juga: Kerusakan MRI Jadi Perhatian Pemkot Mataram |
“Beberapa titik yang kami tangani sebenarnya merupakan jalan provinsi, terutama di simpang-simpang jalan utama yang kerusakannya cukup membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
Salah satu ruas jalan yang disebut paling sering mengalami kerusakan berada di kawasan Sweta, tepatnya di Jalan TGH Faisal. Ruas tersebut merupakan jalur utama kendaraan logistik menuju kawasan pergudangan dan pusat bisnis di wilayah Cakranegara dan sekitarnya.
Tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari membuat kondisi jalan cepat mengalami kerusakan. Sementara konstruksi jalan kota dinilai tidak sepenuhnya dirancang untuk menopang beban kendaraan berat secara terus-menerus.
“Kondisi jalan cepat rusak karena dilalui kendaraan logistik dengan tonase besar setiap hari. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota dalam menjaga kualitas jalan,” Ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....