Donasi Rp1,1 Miliar untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Lombok Tengah
- 12 Mei 2026 16:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pelaksanaan Lombok Charity Ride 2026 berhasil menggalang donasi sekitar Rp1,1 miliar untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah. Dana yang terkumpul akan difokuskan untuk program pelatihan guru dan kepala sekolah sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Bupati Lalu Pathul Bahri mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, Lombok Charity Ride menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat, termasuk peserta dari luar daerah, terhadap kemajuan pendidikan di Lombok Tengah.
“Dana yang terkumpul akan diarahkan untuk mendukung pelatihan guru dan kepala sekolah agar kualitas pembelajaran semakin meningkat,” ujarnya belum lama ini.
Selain menjadi ajang penggalangan donasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi pariwisata daerah melalui olahraga sepeda jarak jauh. Mengusung tema “Lombok 360 untuk Pembelajaran Kelas Dunia”, para peserta menempuh rute mengelilingi Pulau Lombok sejauh 374 kilometer pada 1 hingga 4 Mei 2026.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Lombok Tengah.
Bupati Pathul berharap seluruh donasi yang terkumpul dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kepala sekolah, sehingga kualitas pembelajaran di Lombok Tengah terus mengalami peningkatan.
Sementara itu, Komite Fun Racing Perkumpulan IOA, Adrie Afriel mengatakan kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di Lombok Utara pada 2023 dan 2024 dengan total donasi mencapai Rp2 miliar.
Pada tahun 2026 ini, rute diperluas dengan mengitari Pulau Lombok sejauh 374 kilometer untuk memperkenalkan potensi wisata daerah.
“Tujuan mengitari Pulau Lombok ini untuk mengenalkan pariwisata dan keindahan Lombok serta spot-spot menarik di sepanjang perjalanan,” ujarnya.
Ia menilai sektor pendidikan dipilih karena menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas generasi masa depan.
“Tidak sekadar dalam hal pembelajaran, namun bagaimana anak-anak dipersiapkan menghadapi masa depan. Pelatihan keterampilan, disiplin, tepat waktu, kepemimpinan, hingga kemampuan berorganisasi sangat dibutuhkan ketika mereka dewasa, dan itu bisa dibangun melalui guru yang berkualitas,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....