Kasih dalam Kekristenan, Fondasi Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman
- 12 Mei 2026 11:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Nilai kasih dalam ajaran Kristen dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun moderasi beragama dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Beranda Astacita bertema “Wujudkan Kasih Dalam Kekristenan” yang disiarkan Pro1 RRI Mataram, Selasa 12 Mei 2026.
Dialog yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 Wita itu menghadirkan narasumber Sekretaris Umum PGI Wilayah NTB sekaligus Pimpinan Jemaat HKBP Mataram, Pdt. Haryanto P.M. Pakpahan.
Menurut Pdt. Haryanto, inti ajaran Kekristenan adalah kasih, bukan hanya kepada Tuhan tetapi juga kepada sesama manusia tanpa membedakan suku, agama maupun latar belakang.
Ia menjelaskan moderasi beragama merupakan sikap seimbang dalam menjalankan keyakinan serta menghindari tindakan kekerasan atas nama agama.
“Moderasi beragama adalah bagaimana seseorang atau organisasi menjalankan agama secara sederhana, tidak berlebihan, dan tetap menjaga keseimbangan,” ujarnya.
Pdt. Haryanto menegaskan, ajaran kasih dalam Kekristenan menjadi dasar penting dalam membangun moderasi beragama. Ia mengutip Injil Matius ayat 12 yang mengajarkan agar setiap orang memperlakukan sesama sebagaimana ingin diperlakukan dengan baik.
Menurutnya, kasih mengajarkan umat untuk hidup berdampingan dengan siapa saja, termasuk mereka yang berbeda keyakinan. Karena itu, seseorang yang beragama namun tidak menjaga kasih terhadap sesama dinilai belum menjalankan ajaran agama secara utuh.
“Kalau orang beragama tanpa menjaga kasih kepada sesama, maka hidup beragamanya belum sesuai dengan kehendak Tuhan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kasih dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai di tengah keberagaman. Dalam ajaran Kekristenan, kasih bahkan disebut sebagai nilai terbesar dibanding iman dan pengharapan sebagaimana tertulis dalam Korintus 13 ayat 13.
“Ketika saya beriman kepada Tuhan, memiliki pengharapan, tetapi tidak memiliki kasih, maka saya beragama jauh dari kehendak Tuhan,” ungkapnya. (Joe/RRI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....