DBHCHT Turun, Bantuan Nelayan Mataram Tetap Jalan

  • 11 Mei 2026 14:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram memastikan program bantuan sektor perikanan tetap berjalan pada tahun 2026 meskipun nilai anggaran mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Bantuan tersebut difokuskan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan air tawar di tengah tantangan biaya usaha yang terus meningkat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, H. Bachtiar Yulianto, mengatakan bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu tetap menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mendukung keberlangsungan usaha perikanan masyarakat.

“Walaupun nilai anggaran tahun ini menurun dibanding 2025, program bantuan tetap kami jalankan karena ini menyangkut kebutuhan produksi masyarakat nelayan dan pembudidaya,” ujarnya, Senin 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, total anggaran bantuan sektor perikanan tahun 2026 mencapai sekitar Rp900 juta. Jumlah tersebut turun hampir separuh dibanding alokasi tahun 2025 yang mendekati Rp2 miliar.Bantuan direncanakan disalurkan kepada sekitar 30 kelompok penerima yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mataram.

"Setiap kelompok terdiri dari enam hingga sebelas anggota dengan jenis bantuan yang disesuaikan kebutuhan lapangan," katanya.

Adapun bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan sarana produksi seperti jaring tangkap, pakan ikan, bibit ikan air tawar, hingga perlengkapan pendukung usaha perikanan lainnya.

Menurut Bachtiar, saat ini pihaknya masih melakukan inventarisasi dan verifikasi lapangan guna memastikan bantuan diterima kelompok yang benar-benar aktif dan layak menerima dukungan pemerintah.

“Kami masih memverifikasi calon penerima bantuan. Setelah seluruh data selesai diverifikasi, akan segera dibuatkan surat keputusan (SK) agar proses penyaluran bisa dilakukan,” ucapnya.

Proses verifikasi tersebut menjadi bagian penting agar bantuan tidak salah sasaran sekaligus memastikan seluruh kelompok penerima memiliki aktivitas usaha yang jelas dan produktif.

"Jika tahapan administrasi berjalan lancar, distribusi bantuan ditargetkan mulai direalisasikan pada Juli hingga Agustus 2026 atau pada semester kedua tahun berjalan," ujarnya.

Pemkot Mataram berharap bantuan sarana produksi tersebut dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan, memperkuat budidaya ikan air tawar, serta mendorong pertumbuhan usaha pengolahan hasil perikanan masyarakat.

“Harapannya tentu produktivitas meningkat sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan,” kata Bachtiar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....