ITDC Kerja Keras Bangun Pariwisata Hijau hingga Jadi Contoh Nasional
- 08 Mei 2026 16:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kerja keras panjang InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam membangun kawasan pariwisata berkelanjutan mulai membuahkan hasil. Kawasan The Nusa Dua, Bali, kini menjadi benchmark nasional dalam pengembangan destinasi wisata berbasis lingkungan dan sistem utilitas terintegrasi.
Komitmen tersebut mendapat perhatian langsung dari Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke The Nusa Dua pada 5 Mei 2026 untuk melihat implementasi pengelolaan kawasan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sejak dikembangkan pada 1973, The Nusa Dua tumbuh menjadi salah satu kawasan wisata terintegrasi terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 350 hektare. Kawasan ini menaungi lebih dari 20 hotel internasional, sekitar 5.000 kamar, menyerap sekitar 21 ribu tenaga kerja, serta melayani hingga 3,8 juta wisatawan setiap tahun.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan keberhasilan The Nusa Dua tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, ITDC terus bekerja memperkuat infrastruktur hijau melalui pengembangan sistem utilitas modern dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
“Pengembangan kawasan pariwisata masa depan harus ditopang sistem utilitas berkelanjutan. The Nusa Dua menjadi bukti kawasan wisata tetap bisa tumbuh tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” ujarnya Jumat 8 Mei 2026.
Melalui anak usaha ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), berbagai fasilitas strategis dikembangkan mulai dari pengolahan air bersih dengan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO), pengolahan air limbah, reclaim water, hingga distribusi LNG ramah lingkungan.
Tak hanya itu, ITDC juga membangun sistem Integrated Waste Management untuk mengelola sampah kawasan secara terpadu. Dari total produksi sampah sekitar 32,3 ton per hari, sekitar 70,5 persen merupakan sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos.
Secara keseluruhan, sekitar 95 persen sampah di kawasan berhasil dikelola melalui sistem circular economy, mulai dari pengolahan kompos hingga daur ulang sampah anorganik bernilai ekonomi.
Upaya tersebut turut berdampak pada efisiensi penggunaan air hingga 40 persen melalui sistem daur ulang air limbah untuk kebutuhan irigasi kawasan. Sementara penggunaan LNG sebagai pengganti LPG mampu menekan emisi karbon hingga 12 persen.
Bahkan, sekitar 25 persen kebutuhan listrik operasional utilitas ditargetkan berasal dari energi terbarukan dengan total reduksi emisi mencapai sekitar 984 ton CO₂ per tahun.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menilai model pengembangan yang diterapkan ITDC layak menjadi contoh bagi berbagai destinasi wisata nasional lainnya, terutama kawasan kepulauan dan wisata bahari.
Ia menyebut pendekatan pengelolaan sampah terpadu, daur ulang air, serta teknologi desalinasi yang diterapkan ITDC menjadi solusi strategis untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Indonesia di masa depan.
Melalui penguatan green infrastructure, smart utilities, dan circular system, ITDC terus mendorong The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata modern yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....