Workshop Pendirian Migrant Center Langkah Perkuat Kualitas PMI Daerah
- 08 Mei 2026 13:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - NTB merupakan salah satu kantong pekerja migran terbesar di Indonesia, menempati posisi keempat secara nasional. Namun kualitas pekerja migran masih menjadi tantangan, terutama terkait kualifikasi dan perlindungan saat bekerja di luar negeri.
Dalam Workshop Pendirian Migrant Center bertempat di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram, menjadi langkah awal dalam membangun pusat layanan yang berfokus pada peningkatan kualitas dan perlindungan PekerjaMigran Indonesia (PMI) pada Rabu, 6 Mei 2026.
Workshop di buka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Sitti Hillyana, M.Si, dalam sambutannya ia menegaskan bahwa isu pekerja migran merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di NTB. Selain itu, ia menjelaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan jumlah sekitar 1.500 dosen dari berbagai bidang keilmuan, Unram dinilai memiliki kapasitas besar dalam mendukung penguatan sumber daya manusia di NTB.
“Kita perlu memastikan dua hal utama, yaitu perlindungan pekerja migran dan peningkatan keterampilan mereka. Jika kedua hal ini berjalan beriringan, maka akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan pekerja migran kita,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Unram menyatakan kesiapan dalam mendukung pendirian Migrant Center yang diharapkan menjadi pusat layanan terpadu. Pusat ini akan berperan dalam memberikan perlindungan maksimal sekaligus meningkatkan kompetensi PMI agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Kita berharap Migrant Center ini dapat menjadi pusat perlindungan sekaligus peningkatan keterampilan bagi pekerja migran, sehingga mereka lebih siap bersaing di pasar kerja internasional,” tambahnya.
Dalam workshop tersebut, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abri Dana Prabawa, SE, M.PA, memaparkan konsep Migrant Center melalui pendekatan “Dari Kampus ke Pasar Global”.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan PMI harus dilakukan melalui ekosistem vokasi terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber talenta (SMK, lembaga vokasi, perguruan tinggi), pelatihan dan peningkatan keterampilan, sertifikasi nasional dan internasional, hingga penempatan dan perlindungan.
Pendekatan ini memastikan bahwa pekerja migran tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui dan mendapatkan perlindungan yang layak.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.PD., M.Pd. serta Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lombok Timur, Imran Tahir, S.Hut., M.Si. yang memaparkan kondisi ketenagakerjaan dan kebutuhan keterampilan di dunia kerja.
Melalui workshop ini, diharapkan terbangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga vokasi serta lembaga terkait dalam mendukung pembentukan Migrant Center di Unram. Ke depan, keberadaan Migrant Center diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....