April Inflasi Kota Bima 4,23 Persen, di Atas Ambang Batas

  • 07 Mei 2026 05:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - Pada April 2026 mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,69. Inflasi Kota Bima ini tergolong di atas batas aman.

Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, S.ST,M.Si, menjelaskan Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebelas indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,78 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,12 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,61 persen.

Kelompok lainnya, yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang sebesar 0,65 persen. Sedangkan kelompok kesehatan sebesar 2,36 persen, transportasi sebesar 4,03 persen.

Untuk kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,86 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,20 persen. Kelompok pendidikan sebesar 6,97 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,34 persen. Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,80 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kota Bima bulan April 2026 masing-masing sebesar 0,28 persen dan 2,09 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Bima, pada April 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,23 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,12 pada April 2025 menjadi 112,69 pada April 2026. Sedangkan untuk m-to-m mengalami inflasi dengan tingkat sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,09 persen,” ujarnya dalam keterangan persnya, Kamis 7 Mei 2026.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada April 2026, antara lain emas perhiasan, angkutan udara, akademi/perguruan tinggi, sigaret kretek mesin

(skm), ayam hidup, tomat, air kemasan, sigaret kretek tangan (skt), apel, daging ayam ras, ikan bakar, anggur, pepes, udang basah, salak, jeruk, tauge/kecambah, ongkos binatu/laundry,

makanan ringan/snack, dan bakso siap santap.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y pada April 2026, antara lain ikan nila, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, cumi-cumi, angkutan antar kota, ikan asin layang, sabun detergen bubuk, kerudung/jilbab, telur ayam ras, ketimun, cabai merah, wortel, kelapa, parfum, pepaya, bensin, susu bubuk untuk balita, ikan teri, dan ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada April 2026, antara lain angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, telepon seluler, air kemasan, taman kanak kanak, tomat, apel, angkutan laut, anggur, laptop/notebook, minyak goreng, tauge/kecambah, tahu mentah, salak, jeruk nipis/limau, jeruk, sigaret kretek mesin (skm), ayam hidup, daging sapi, dan wafer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....