TPID Mataram Antisipasi Lonjakan Harga jelang Idul Adha

  • 06 Mei 2026 18:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram — Pemerintah Kota Mataram bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memperkuat strategi pengendalian harga menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Fokus utama tidak hanya pada ketersediaan pasokan, tetapi juga mengantisipasi lonjakan harga sejumlah komoditas yang mulai menunjukkan tren kenaikan.

"Rapat koordinasi TPID digelar untuk mengevaluasi kondisi inflasi sekaligus memastikan kesiapan bahan pokok dan energi menghadapi meningkatnya permintaan saat hari besar keagamaan." Ujar Asisten I Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman seusai melaksanakan Rakor TPID di Aula Kenari Kantor Wali Kota Mataram Rabu 6 Mei 2026.

Menurutnya berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Mataram pada April 2026 tercatat sebesar 3,37 persen secara tahunan (year on year), dengan inflasi bulanan 0,11 persen dan year to date 1,72 persen. Angka ini menunjukkan kondisi yang relatif terkendali, meski masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

“Secara umum inflasi kita masih dalam kondisi stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dari bulan ke bulan,” ujar Miftahurrahman.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, beras, daging sapi, hingga komoditas hortikultura seperti tomat, apel, anggur, dan cabai.

“Khusus cabai, pergerakannya cukup cepat. Dari sekitar Rp50 ribu per kilogram, kini sudah mencapai Rp70 ribu. Ini yang menjadi perhatian utama kami menjelang Idul Adha,” jelasnya.

TPID menitikberatkan pengendalian pada tiga aspek utama, yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga. Selain itu, koordinasi intensif dengan pihak energi memastikan tidak ada gangguan suplai.

“Hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan stok LPG dan BBM dalam kondisi aman. Distribusi LPG ke pangkalan berjalan normal, rata-rata tiga kali dalam seminggu,” ungkapnya.

Pemerintah juga menerapkan pembatasan distribusi LPG ke pengecer, yakni maksimal 10 persen, guna memastikan subsidi tepat sasaran dan harga tetap sesuai ketentuan.

“Kami imbau masyarakat membeli langsung di pangkalan agar harga sesuai HET. Jangan sampai ada kepanikan karena secara stok sebenarnya aman,” Ujar Miftahurrahman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....