DPR RI kawal Revitalisasi Pendidikan untuk Atasi Anak Putus Sekolah di NTB
- 05 Mei 2026 16:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kembali ditegaskan melalui peletakan batu pertama pembangunan Gedung SMP Islam Darul Musthofa yang bersumber dari Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, di halaman Yayasan Sabilal Muktadin Ila Darissalam, Dusun Lendang Sedi, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah pusat bersama daerah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, khususnya di Kabupaten Lombok Barat yang masih menghadapi tantangan angka rata-rata lama sekolah.
Anggota DPR RI Dapil NTB dari Fraksi PKB, H. Lalu Hadrian Irfani, ST., M.Si., menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
“Ya tentu kita akan mengawasi pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan sesuai dengan perencanaan,” ujarnya.
Ia menambahkan pengawasan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada ketepatan waktu pengerjaan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh para siswa.
“Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan tepat waktu dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi proses belajar mengajar di SMP Darul Musthofa,” katanya menegaskan.
Menurutnya, program revitalisasi ini menjadi indikator kuat hadirnya perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Lombok Barat yang masih memiliki tantangan angka putus sekolah.
“Kalau kita melihat rata-rata lama sekolah di Lombok Barat masih sekitar tujuh koma sekian tahun, artinya masih ada anak-anak yang putus sekolah. Ini menjadi tugas bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah,” ucapnya.
Ia optimistis, dengan dorongan berbagai program, target wajib belajar 13 tahun pada 2026 dapat tercapai secara bertahap.
“Kami di DPR RI akan terus mendorong agar ke depan tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah,” katanya mengakhiri.
Selain pembangunan fisik, dukungan juga akan diperkuat melalui program lain seperti Program Indonesia Pintar (PIP) serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Kalau sarana prasarana sudah baik, PIP kita berikan, dan kualitas guru ditingkatkan, maka insyaAllah akan melahirkan siswa-siswi yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa alokasi anggaran revitalisasi pendidikan untuk Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 mencapai ratusan miliar rupiah.
“Sekitar dua ratus sampai tiga ratus miliar telah digelontorkan pemerintah pusat, dan insyaAllah tahun 2026 minimal sama atau bahkan meningkat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Lombok Barat, TGH. Hardiyatullah Ridwany, M.Pd., menyambut baik program revitalisasi tersebut dan menyebutnya sebagai langkah nyata yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami dari DPRD Lombok Barat tentu sangat bersyukur dan menyambut baik program ini, terutama untuk lembaga-lembaga pendidikan yang memang layak menerima bantuan,” ujarnya.
Ia menyebut, pembangunan di SMP Darul Musthofa memberikan dampak signifikan karena mencakup berbagai fasilitas penting penunjang pembelajaran.
“Efeknya luar biasa, ada ruang kelas baru, laboratorium IPA, perpustakaan, hingga fasilitas MCK yang sesuai dengan kebutuhan sekolah,” katanya menegaskan.
Menurutnya, target penyelesaian pembangunan diperkirakan berlangsung dalam waktu sekitar empat bulan, sehingga diharapkan dapat segera dimanfaatkan.
“Targetnya sekitar empat bulan selesai, sehingga bisa langsung digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ucapnya.
Program revitalisasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di Lombok Barat, menuju generasi yang lebih unggul dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....