Ketimpangan Gender NTB Turun, Ini Pemicunya
- 05 Mei 2026 16:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2025 tercatat sebesar 0,515, menurun 0,015 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam upaya mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di berbagai aspek pembangunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin, menyampaikan bahwa perbaikan pada dua dari tiga dimensi utama menjadi faktor pendorong turunnya IKG di daerah tersebut.
“Penurunan IKG terutama didorong oleh membaiknya dimensi kesehatan reproduksi dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan reproduksi, peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi salah satu indikator penting. Pada 2025, cakupan persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 83,82 persen, sementara persalinan yang ditolong tenaga kesehatan tercatat sebesar 99,15 persen.
Selain itu, angka pernikahan usia anak juga mengalami penurunan signifikan. Proporsi perempuan usia 20–24 tahun yang menikah atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun turun dari 14,96 persen pada 2024 menjadi 11,31 persen pada 2025.
Dari dimensi pemberdayaan, penurunan ketimpangan gender turut didukung oleh kebijakan anggaran yang responsif gender. Pemerintah daerah mengalokasikan sekitar 8,53 persen dari realisasi APBD untuk program yang bertujuan memperkuat akses perempuan terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan sosial.
Secara spasial, penurunan ketimpangan gender juga terlihat di sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi NTB, yang menunjukkan bahwa upaya pengarusutamaan gender mulai memberikan dampak yang lebih merata.
Wahyudin menambahkan bahwa capaian ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor, agar kesetaraan gender dapat terwujud secara lebih inklusif dan berkelanjutan di NTB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....