Distan Lobar Dorong Penyesuaian Pola Tanam Hadapi Risiko Kekeringan dan Hama

  • 05 Mei 2026 11:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pertanian mengingatkan pentingnya penyesuaian pola tanam bagi petani, khususnya yang berada di luar kawasan irigasi teknis, guna mengantisipasi ancaman kekurangan air serta meningkatnya risiko serangan hama tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, Lalu Moh. Hakam, S.STP., M.Si., menegaskan kondisi lahan pertanian yang masih terlayani irigasi teknis relatif aman. Namun, perhatian serius perlu diberikan kepada wilayah pertanian tadah hujan dan area yang tidak terjangkau sistem irigasi utama.

“Kalau yang berada di zona irigasi teknis itu relatif masih aman. Namun himbauan ini wabil khusus kita sampaikan kepada masyarakat petani yang area pertaniannya berada di luar zona irigasi teknis,” ujar Hakam saat ditemui RRI dikantornya Labuapi, Lombok Barat. Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan perlunya dilakukan pemetaan ulang atau mapping terhadap pola tanam petani. Menurutnya, pola tanam yang sebelumnya padi secara berulang dapat dialihkan menjadi palawija pada musim tanam ketiga untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

“Nah ini penting untuk dilakukan mapping kembali, peninjauan terhadap pola tanam. Yang tadinya padi, padi, padi, sekarang di musim tanam ketiga bisa palawija,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perubahan pola tanam tidak hanya berkaitan dengan efisiensi penggunaan air, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memutus siklus hama yang semakin adaptif terhadap tanaman sejenis.

“Ini penting untuk mengantisipasi kekurangan debit air sekaligus memutus siklus hama. Kalau tiga kali tanam dengan varietas yang sama, hama jadi lebih cepat beradaptasi dan berkembang,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pengulangan varietas tanaman dalam jangka panjang dapat meningkatkan kerentanan serangan hama yang berpotensi menurunkan hasil panen petani.

“Semakin sering pola tanam yang sama digunakan, semakin mudah hama mengenali dan menyerang tanaman. Ini yang harus diwaspadai,” katanya mengingatkan.

Dinas Pertanian Lombok Barat juga menyoroti beberapa wilayah rawan kekurangan air, seperti Kecamatan Kuripan bagian selatan (Giri Sasak), wilayah Banyuurip, Giri Tembesi, hingga Kecamatan Lembar bagian atas, termasuk Mareje, serta sebagian wilayah Sekotong.

“Itu adalah zona-zona yang kita kategorikan rawan terhadap ketersediaan air untuk pertanian,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....