Cegah Kematian Sapi Kurban di Pelabuhan, BKHIT NTB Salurkan Ribuan Liter Air
- 30 Apr 2026 18:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Nusa Tenggara Barat bergerak cepat menghadapi ancaman kematian hewan kurban akibat cuaca panas ekstrem di kawasan Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Sebagai langkah darurat, lembaga tersebut menyalurkan satu tangki berisi 5.000 liter air bersih untuk ribuan sapi kurban yang tengah mengantre sebelum diberangkatkan ke Pulau Jawa.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi ternak tetap stabil di tengah suhu udara yang meningkat tajam. Ribuan ekor sapi yang berada di area pelabuhan berisiko mengalami dehidrasi jika tidak segera mendapat pasokan air minum yang cukup, terutama saat proses antre pengiriman berlangsung berjam-jam di bawah terik matahari.
Kepala BKHIT NTB, Ina Soelistyani, menegaskan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap situasi lapangan yang membutuhkan tindakan segera.
“Kami menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk menjaga kondisi ternak tetap sehat dan terhindar dari dehidrasi akibat cuaca panas yang cukup ekstrem di area pelabuhan,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.
Menurutnya, kebutuhan air minum bagi ternak sapi menjadi faktor yang sangat krusial dalam menjaga kesehatan hewan kurban, terlebih saat suhu udara terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Air bersih ini kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak ternak selama tiga hingga lima hari ke depan. Yang terpenting, hewan tetap sehat dan tidak mengalami kehausan saat proses pengiriman berlangsung,” katanya.
Ina juga memastikan pihaknya siap menambah pasokan air apabila kebutuhan di lapangan meningkat. Selain itu, koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan agar distribusi bantuan air bersih dapat diperluas sesuai kebutuhan peternak.
“Jika diperlukan tambahan, kami siap menyalurkan lagi dan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan berjalan optimal,” ucapnya.
Data BKHIT NTB menunjukkan tingginya aktivitas distribusi ternak sapi kurban dari NTB ke berbagai wilayah pada 2026. Sejak Januari hingga 14 April 2026, pengiriman ke wilayah Jabodetabek mencapai 16.802 ekor sapi dengan frekuensi 674 kali pengiriman.
Sementara itu, distribusi ke wilayah non-Jabodetabek tercatat sebanyak 3.042 ekor dengan 36 kali pengiriman. Untuk kebutuhan lokal di Pulau Lombok, sebanyak 2.600 ekor sapi telah didistribusikan melalui 175 kali frekuensi pengiriman.
Besarnya arus lalu lintas ternak tersebut menjadi indikator penting bahwa NTB masih menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan hewan kurban nasional. Karena itu, upaya menjaga kesehatan ternak selama proses distribusi menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.
Dengan langkah cepat ini, BKHIT NTB tidak hanya mencegah risiko kematian ternak, tetapi juga memastikan rantai pasok hewan kurban menuju pasar nasional tetap berjalan lancar menjelang momentum Iduladha.
“Keselamatan ternak adalah bagian dari tanggung jawab bersama agar distribusi hewan kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai standar karantina,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....