BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Lebat di Awal Kemarau Bima-Dompu

  • 28 Apr 2026 13:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Meskipun secara klimatologis wilayah Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, telah memasuki periode awal musim kemarau, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Bima, Muhammad Syaiful Anas menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah NTB.

“Walaupun sudah masuk awal musim kemarau, kondisi atmosfer saat ini masih cukup dinamis, sehingga hujan masih berpotensi terjadi,” ujarnya, dihubungi dari Dompu, Selasa, 28 April 2026.

Ia memaparkan, salah satu faktor utama adalah aktifnya gelombang atmosfer Gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation di wilayah NTB.

“Kedua fenomena ini berkontribusi dalam meningkatkan pembentukan awan hujan,”katanya.

Selain itu, adanya pertemuan angin (konvergensi) dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB turut memperkuat potensi hujan. Kondisi ini diperparah dengan kelembapan udara yang cenderung basah, mulai dari lapisan bawah hingga atas atmosfer.

“Labilitas atmosfer yang cukup kuat juga mendukung proses konvektif skala lokal di wilayah Bima dan Dompu,” jelasnya.

Kombinasi berbagai faktor tersebut, lanjutnya, mendorong pembentukan dan pertumbuhan awan hujan secara signifikan, sehingga menyebabkan curah hujan masih tinggi meskipun telah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi kondisi cuaca ini masih akan berlangsung hingga 30 April 2026.

Namun demikian, Syaiful menegaskan bahwa fenomena ini lebih bersifat jangka pendek hingga menengah, seperti harian dan mingguan. Kondisi tersebut tidak serta-merta mempengaruhi panjang atau pendeknya musim kemarau secara keseluruhan.

“Durasi musim kemarau tetap lebih dipengaruhi faktor global seperti El Niño dan La Niña,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....