200 Lapak Diawasi, Mataram Jaga Mutu Hewan Kurban

  • 28 Apr 2026 10:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447H, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pertanian memperketat pengawasan terhadap penjualan hewan kurban di seluruh wilayah kota. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kesehatan hewan serta menjaga kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat saat hari raya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hafiludin, mengungkapkan bahwa sedikitnya 200 titik lapak pedagang hewan kurban menjadi sasaran pemantauan intensif. Tim pengawas telah dibentuk dan diterjunkan langsung ke lapangan guna memastikan seluruh proses, mulai dari penjualan hingga pemotongan, berjalan sesuai standar.

“Kami sudah membentuk tim untuk turun langsung ke sekitar 200 lokasi penjualan. Pengawasan dilakukan tidak hanya sebelum, tetapi juga sesudah pemotongan agar tetap bersih dan sesuai ketentuan,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.

Dari sisi ketersediaan, Dinas Pertanian memastikan pasokan hewan kurban di Kota Mataram dalam kondisi aman. Sapi yang beredar di pasar masih didominasi dari wilayah Sumbawa, yang selama ini menjadi pemasok utama ternak ke Lombok.

Hafiludin menjelaskan, harga daging sapi di pasaran saat ini berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Sementara itu, harga sapi kurban berkisar antara Rp14 juta hingga Rp21 juta per ekor, tergantung pada bobot dan jenisnya.

“Secara umum harga masih relatif stabil. Namun, kami tetap mengantisipasi adanya kenaikan mendekati hari H karena permintaan pasti meningkat,” katanya.

Dalam hal pemotongan, Dinas Pertanian juga mencatat adanya permohonan rekomendasi setiap hari. Rata-rata terdapat lima rekomendasi pemotongan, dengan total sekitar 75 ekor sapi yang direkomendasikan untuk dipotong per hari.

“Jika dihitung, sekitar 75 ekor sapi per hari yang direkomendasikan untuk dipotong. Ini masih dalam batas aman untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan distribusi ternak, termasuk mengontrol lalu lintas hewan agar tidak terjadi kelangkaan di pasar.

“Kami perketat pengawasan distribusi sapi, sehingga peredarannya tetap terkendali dan tidak memicu kenaikan harga yang signifikan,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....