Perkuat Kesiapsiagaan Personel, Polres Sumbawa Intensifkan Latihan Dalmas

  • 27 Apr 2026 14:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Polres Sumbawa terus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pelatihan Dalmas (Pengendalian Massa). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Wicaksana Laghawa, Senin 27 April 2026, dengan melibatkan personel Satuan Samapta.

Latihan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Sumbawa, Iptu M. Tahir Lantu, serta dihadiri Wakapolres Sumbawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan kemampuan teknis personel di lapangan.

Kapolres melalui Kasat Samapta Polres Sumbawa, Iptu M. Tahir Lantu menegaskan, pelatihan Dalmas menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme anggota. Khususnya dalam penanganan aksi massa, agar tetap sesuai prosedur dan mengedepankan pendekatan humanis.

“Latihan ini penting untuk memastikan setiap personel memahami teknik dan tahapan dalam pengendalian massa, sehingga mampu bertindak secara terukur, disiplin, dan tidak menimbulkan ekses di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, materi pelatihan meliputi sejumlah teknik dasar Dalmas, seperti sikap dorong, sikap desak, sikap bersiap, serta sikap berlindung. Seluruh materi tersebut bertujuan membentuk kekompakan tim sekaligus meningkatkan respons cepat personel dalam situasi kontinjensi.

Kegiatan latihan diikuti oleh Pleton Kerangka 3 dengan total kekuatan personel sebanyak 27 orang. Dari jumlah tersebut, 18 personel tercatat hadir, sementara sisanya tidak dapat mengikuti kegiatan karena berbagai alasan, seperti sakit, pendidikan, dan tugas dinas lainnya.

Pelatihan dipandu oleh instruktur, Aipda I Gusti Bagus Yogi A, yang memberikan pengarahan teknis serta praktik langsung di lapangan. Selama kegiatan berlangsung, personel terlihat mengikuti setiap tahapan latihan dengan disiplin dan penuh keseriusan.

Menurut Tahir, latihan Dalmas tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik, tetapi juga pada pengendalian emosi dan koordinasi antaranggota di lapangan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

“Kami ingin seluruh personel siap secara fisik dan mental, serta mampu bertindak profesional dalam setiap kondisi,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....