BKSDA NTB Tanam Karang dan Edukasi Pelajar dalam Road to HKAN di Pulau Moyo

  • 18 Agt 2026 14:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Upaya menjaga ekosistem laut di kawasan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, terus diperkuat melalui aksi konservasi yang melibatkan pemerintah, aparat, akademisi, organisasi lingkungan, hingga masyarakat.

Rangkaian kegiatan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 digelar di Desa Labuhan Aji, Pulau Moyo, Minggu 16 Agustus 2026. Kegiatan ini diisi dengan penanaman terumbu karang, edukasi lingkungan kepada pelajar, aksi bersih pantai, serta sosialisasi kawasan konservasi.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II (SKSDA W.II) BKSDA NTB Lalu Abdul Ghani mengatakan, salah satu kegiatan utama adalah penanaman karang di perairan Desa Labuhan Aji menggunakan 10 media transplantasi karang.

“Penanaman karang ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut di wilayah Pulau Moyo,” ujarnya.

Menurutnya, konservasi tidak hanya dilakukan melalui intervensi langsung terhadap ekosistem, tetapi juga perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda.

Karena itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi konservasi dan lingkungan kepada siswa SD dan SMP Satu Atap di Desa Labuhan Aji. Edukasi tersebut dilaksanakan oleh BKSDA NTB bersama WCS dan Marine Conservation NTB.

Para pelajar diperkenalkan dengan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir dan laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Moyo.

Selain penanaman karang dan edukasi, peserta kegiatan juga melaksanakan aksi bersih-bersih pantai secara bersama-sama. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh instansi dan organisasi yang berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.

"Dari aksi tersebut, terkumpul sebanyak 15 kantong sampah berukuran 100 liter," katanya.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir. Sampah yang berada di wilayah pantai tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi mengancam biota laut apabila terbawa arus menuju perairan.

Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain pegawai SKSDA Wilayah II BKSDA NTB, Ditpolairud Polda NTB, Kejaksaan Negeri Sumbawa, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Sat Polairud Polres Sumbawa, DKP Kabupaten Sumbawa, Basarnas, BPBD Sumbawa, Pemerintah Desa Labuhan Aji, perguruan tinggi, organisasi konservasi, komunitas penyelam, hingga kelompok masyarakat pengawas.

Rangkaian kegiatan pada Sabtu (16/8/2026) kemudian ditutup dengan sosialisasi kawasan konservasi yang melibatkan unsur Binmas Polairud, Dinas Kelautan dan Perikanan serta WCS.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....