Luas Lahan Tanam Padi di Lombok Tengah, Menyusut di Musim Tanam Kedua

  • 27 Apr 2026 14:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah memastikan musim tanam (MT) pertama padi dengan luas mencapai 52 ribu hektar telah rampung. Saat ini, petani mulai beralih ke musim tanam kedua, meski luas lahan yang digarap dipastikan mengalami penurunan signifikan.

Untuk MT kedua yang berlangsung pada April hingga Juni, luas tanam padi ditargetkan hanya sekitar 28 ribu hektar. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya ketersediaan air seiring masuknya musim kemarau, terutama di wilayah selatan yang tidak lagi memungkinkan untuk ditanami padi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa kondisi musim menjadi faktor utama penyusutan luas tanam.

Ia menyebut, pada musim tanam pertama, ketersediaan air masih melimpah karena curah hujan tinggi. Sementara pada musim tanam kedua, suplai air menurun drastis sehingga tidak semua lahan bisa dimanfaatkan kembali untuk padi.

Meski demikian, sejumlah wilayah yang masuk program optimalisasi lahan seperti Bonder, Penujak, dan Batujai masih memungkinkan untuk tetap melakukan penanaman padi pada musim kedua.

"Kami di Dimas berharap program optimalisasi lahan ini mampu mendukung pencapaian target 28 ribu hektar pada MT kedua. Pada musim tanam pertama sebelumnya, produktivitas padi tercatat cukup tinggi, mencapai rata-rata 5 ton per hektar," ujarnya Senin, 27 April 2026.

Selain itu, untuk musim tanam ketiga, pemerintah daerah menargetkan tambahan luas tanam hingga 3 ribu hektar. Dengan demikian, total luas tanam padi dalam satu tahun ditargetkan mencapai 90 ribu hektar.

"Kami juga mengandalkan program irigasi perpompaan untuk membantu menjaga ketersediaan air, terutama pada musim kemarau, guna mendukung keberlanjutan produksi padi di Lombok Tengah," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....