Pemkab Loteng Pastikan Belum Ada PHK di Sektor Pariwisata Dampak Gejolak Ekonomi
- 27 Apr 2026 14:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memastikan hingga saat ini belum terdapat pekerja di sektor pariwisata yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat gejolak ekonomi. Kepastian ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran dampak kondisi ekonomi terhadap industri pariwisata daerah.
Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ke depan muncul indikasi yang mengarah pada PHK, pihaknya akan segera mengambil langkah cepat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan melibatkan pelaku usaha, khususnya sektor hotel dan restoran.
“Koordinasi akan dilakukan untuk membahas kondisi yang terjadi sekaligus mencari solusi terbaik, termasuk upaya penyediaan lapangan kerja,” ujarnya Senin, 27 April 2026.
Ia menegaskan, sejauh ini sektor pariwisata di Lombok Tengah masih cukup stabil dan belum terdampak signifikan oleh gejolak ekonomi. Kunjungan wisatawan disebut tetap ramai, bahkan diprediksi akan meningkat saat memasuki periode high season.
Meski demikian, Pemkab Lombok Tengah tidak tinggal diam. Upaya mitigasi terus dilakukan, salah satunya melalui evaluasi bersama Dinas Pariwisata guna merumuskan langkah strategis agar jumlah kunjungan wisatawan tetap terjaga.
“Kalau wisatawan tetap ramai, maka industri akan tetap berjalan dan potensi PHK bisa dihindari,” tambahnya.
Diketahui, sektor pariwisata di Lombok Tengah menyerap ribuan tenaga kerja. Para pekerja tidak hanya berperan sebagai staf operasional seperti keamanan atau layanan dasar, tetapi juga menempati berbagai posisi strategis yang mendukung keberlangsungan industri pariwisata di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....