Srikandi PLN NTB Perkuat Peran Perempuan di Sektor Energi dan Pemberdayaan Sosial

  • 25 Apr 2026 07:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan di sektor energi sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui wadah Srikandi PLN, perempuan di lingkungan PLN NTB terus mengambil bagian dalam mendukung transformasi perusahaan, menjaga keandalan kelistrikan, hingga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Di tengah berkembangnya industri energi yang semakin dinamis, keterlibatan perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan inovasi dan budaya kerja yang inklusif. PLN UIW NTB menilai keberadaan perempuan bukan hanya sebagai pelengkap organisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak yang mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengambilan keputusan dan penguatan pelayanan publik.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa semangat Kartini relevan dengan upaya perusahaan dalam membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang pekerjaan.

Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan kerja yang penuh tantangan, termasuk di sektor ketenagalistrikan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

“Semangat Kartini tidak hanya dimaknai sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus memberikan kesempatan yang setara. Di PLN NTB, perempuan berperan aktif menjaga keandalan sistem, terlibat dalam proyek strategis, hingga menjalankan program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sri Heny, Kamis 23 April 2026.

Ia menambahkan, PLN UIW NTB terus mendorong keterlibatan perempuan di berbagai lini bisnis perusahaan. Saat ini, perempuan tidak hanya berada pada posisi administratif, tetapi juga mengambil peran di bidang operasional, pelayanan pelanggan, hingga fungsi manajerial.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesetaraan gender. PLN juga membuka ruang pengembangan karier yang sama bagi seluruh pegawai tanpa memandang gender.

Selain peningkatan keterlibatan perempuan dalam pekerjaan strategis, PLN UIW NTB juga menaruh perhatian pada penguatan kapasitas sumber daya manusia perempuan. Melalui komunitas Srikandi PLN, berbagai program pelatihan kepemimpinan, pengembangan keterampilan teknis, hingga peningkatan soft skills secara rutin dilakukan.

Program tersebut bertujuan mencetak pemimpin perempuan yang adaptif, kompetitif, serta mampu menghadapi perubahan industri energi yang semakin berkembang.

Ketua Srikandi PLN NTB, Alfi Laili Fauziah, mengatakan bahwa Hari Kartini menjadi pengingat penting untuk terus memperkuat kolaborasi perempuan dalam mendukung kemajuan perusahaan dan masyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam dunia kerja, termasuk di sektor energi yang membutuhkan inovasi dan ketahanan menghadapi tantangan.

“Melalui Srikandi PLN, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi bagian dari solusi. Tidak hanya di internal perusahaan, tetapi juga dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial,” kata Alfi.

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif, PLN UIW NTB juga telah menerapkan sejumlah kebijakan internal yang mendukung kesetaraan gender. Program Respectful Workplace Policy (RWP) dan Employee Wellbeing Program (EWP) menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan seluruh pegawai memperoleh perlindungan dan kesempatan yang setara.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menciptakan budaya kerja yang sehat, bebas diskriminasi, serta mendukung keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pegawai.

Tidak hanya berfokus pada internal perusahaan, peran Srikandi PLN NTB juga meluas ke ranah sosial. Bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, komunitas ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti peningkatan ekonomi perempuan, edukasi kesehatan, hingga kampanye lingkungan.

Program-program tersebut dilaksanakan di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Sri Heny menegaskan, kesetaraan gender menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang kuat dan adaptif terhadap perubahan.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam sektor energi bukan hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga berdampak pada terciptanya budaya kerja yang lebih kolaboratif dan inovatif.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam masa depan energi Indonesia. Dari NTB, kami ingin menghadirkan semangat Kartini modern yang mampu mendorong kemajuan perusahaan sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....