Disdik Dorong Siswa Tinggalkan Motor, Andalkan Angkutan Umum
- 24 Apr 2026 08:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Kota Mataram mulai mengarahkan perubahan pola mobilitas pelajar dengan mendorong penggunaan transportasi umum sebagai sarana utama berangkat dan pulang sekolah. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk efisiensi energi, tetapi juga sebagai langkah menekan risiko kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf Zaini, menegaskan imbauan tersebut khususnya ditujukan bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) agar tidak menggunakan sepeda motor secara mandiri, mengingat faktor usia dan keselamatan.
“Kami berharap ke depan anak-anak tidak lagi menggunakan sepeda motor sendiri, apalagi yang masih di bawah umur,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.
Sebagai alternatif, program Trans Bening atau transportasi bemo kuning khusus pelajar telah berjalan dan mendapat respons positif, meski saat ini masih terbatas melayani rute antar-jemput menuju SMPN 7 Mataram.
"Kami berharap keberadaan bemo kuning untuk Trans bening jangkauannya semakin luas dan mampu menjawab kebutuhan pelajar di berbagai wilayah," ucapnya.
Untuk memperkuat program tersebut, Dinas Pendidikan juga membuka peluang kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Mataram sebagai pihak yang memiliki kewenangan di sektor transportasi.
“Ke depan kemungkinan akan ada kerja sama atau MoU dengan Dinas Perhubungan untuk mengoptimalkan layanan ini,” kata Yusuf.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....