Separuh Pedagang Pindah, Pemkot Benahi Pasar Cakra

  • 22 Apr 2026 15:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Kerusakan parah pada atap Pasar Tradisional Cakranegara mendorong Pemerintah Kota Mataram mengambil langkah percepatan perbaikan pada 2026. Fokus utama pembenahan diarahkan pada atap pasar yang selama ini menjadi keluhan utama pedagang karena kerap bocor hingga menyebabkan genangan saat hujan.

Dinas Perdagangan Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp870 juta untuk pekerjaan fisik, dari total perencanaan yang mencapai sekitar Rp1 miliar. Perbaikan ini dipastikan tetap berjalan tahun ini karena tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengakui kondisi atap pasar sudah dalam tahap mengkhawatirkan dan berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan.

“Ini bukan bocor lagi, tapi sudah seperti hujan di dalam pasar. Wajar kalau pedagang banyak yang pindah,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Data Dinas Perdagangan mencatat, dari sekitar 400 pedagang yang sebelumnya beraktivitas di pasar tersebut, hampir 50 persen memilih pindah ke lokasi lain seperti Karang Sere, Lelede, dan sejumlah pasar alternatif lainnya. Kondisi ini tidak hanya mengurangi geliat ekonomi pasar, tetapi juga menurunkan kenyamanan pembeli.

Menurut Irwan, perbaikan atap menjadi prioritas karena merupakan sumber utama permasalahan. Meski demikian, penataan pasar secara menyeluruh tetap akan dilakukan secara bertahap.

“Tahun ini fokus atap dulu, biar pedagang nyaman kembali. Setelah itu kita lanjutkan penataan lainnya, termasuk pengecatan agar lebih bagus,” katanya.

Sebelumnya, perbaikan juga sempat dilakukan dengan anggaran Rp400 juta, namun belum mampu mengatasi seluruh kerusakan. Oleh karena itu, intervensi lanjutan dinilai penting untuk memulihkan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat.

Pemerintah berharap, setelah perbaikan rampung, para pedagang yang sempat berpindah dapat kembali berjualan di Pasar Cakranegara. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menghidupkan kembali aktivitas ekonomi tradisional di tengah persaingan dengan pasar modern.

“Kami ingin menarik kembali pedagang yang pindah, supaya pasar ini kembali ramai dan hidup,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....