Kesulitan Jaringan, Kades Ntoke Harapkan Ini
- 21 Apr 2026 15:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Keterbatasan jaringan internet masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah pelosok Indonesia, termasuk di Desa Ntoke, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aktivitas pemerintahan dan masyarakat, tetapi juga mengganggu sektor pendidikan.
Permasalahan tersebut semakin terasa saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 yang berlangsung pada 20 hingga 30 April. Ujian berbasis digital ini menghadapi kendala besar akibat lemahnya akses internet di wilayah tersebut.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami kesulitan saat mengikuti ujian karena jaringan yang tidak stabil. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, proses ujian harus terhambat akibat koneksi yang terputus.
TKA sendiri merupakan sistem evaluasi baru yang menggantikan Ujian Nasional (UN). Berbeda dengan UN, TKA tidak lagi menjadi penentu kelulusan, melainkan berfungsi sebagai alat pemetaan kualitas pendidikan dengan fokus pada kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Namun, penerapan sistem berbasis digital ini dinilai belum sepenuhnya siap di daerah dengan infrastruktur jaringan yang terbatas.
Kepala Desa Ntoke, Muhidin, menyampaikan bahwa kondisi jaringan di desanya sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kami mewakili masyarakat Desa Ntoke berharap kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi agar segera mengambil tindakan. Jaringan di desa kami sangat sulit, sehingga komunikasi menjadi terhambat,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia juga menegaskan bahwa dampak jaringan yang lemah sangat dirasakan oleh para siswa yang sedang mengikuti TKA.
“Terutama anak-anak yang menjalankan ujian TKA, mereka sangat kesulitan karena jaringan yang tidak memadai,” tambahnya.
Masyarakat Desa Ntoke berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah, baik melalui peningkatan infrastruktur jaringan telekomunikasi maupun penyediaan solusi alternatif agar kegiatan pendidikan berbasis digital dapat berjalan dengan lancar.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, terutama dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan hingga ke pelosok negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....