Disdag Mataram Perketat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kilogram

  • 20 Apr 2026 07:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram- Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memilih memperkuat pengawasan distribusi guna mencegah dampak lanjutan.Ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram di Kota Mataram dipastikan masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, stok LPG masih terkendali dan distribusi berjalan normal.

“Ketersediaan kita setelah dikoordinasikan dengan pangkalan masih tercukupi. Intinya kami terus memantau agar kondisi di kabupaten lain tidak merembet ke Mataram,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Sebagai langkah antisipatif, Disdag telah menerjunkan tim pengawas yang disebar di setiap kecamatan. Tim ini bertugas memantau pergerakan distribusi gas hingga ke tingkat pangkalan, terutama menyusul laporan kekosongan stok di beberapa titik.

Nida menjelaskan, informasi kekosongan yang beredar sering kali dipicu keterlambatan pengiriman, bukan karena pasokan yang benar-benar habis.

“Kadang ada info barang datang langsung habis. Ini yang kami koordinasikan lagi dengan agen,” katanya.

Selain menjaga ketersediaan, Disdag juga menemukan indikasi pelanggaran dalam rantai distribusi. Praktik penyaluran LPG langsung ke pengecer tanpa melalui pangkalan resmi dinilai berpotensi merusak harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.

“Kami temukan ada mobil agen yang langsung ke pengecer, itu tidak boleh dan langsung kami tindak lanjuti. Bahkan ada sopir yang langsung dipecat karena melanggar aturan,” jelasnya.

Di sisi lain, peningkatan permintaan LPG saat ini diduga berkaitan dengan musim haji serta maraknya kegiatan masyarakat. Kondisi ini turut memicu percepatan distribusi di lapangan.

“Bisa jadi karena musim haji permintaan meningkat, tidak hanya LPG tapi juga bahan pokok lainnya. Ini yang kami antisipasi dengan pengawasan rutin setiap hari,” kata Nida.

Hingga awal tahun, kuota LPG subsidi di Kota Mataram masih dinilai aman karena distribusi baru memasuki tahap awal kuota tahunan. Meski demikian, Disdag memberikan peringatan keras kepada pangkalan agar tetap mematuhi aturan, termasuk tidak menjual di atas HET maupun keluar dari wilayah distribusi.

“Distribusi kita masih lancar. Belum ada tanda-tanda kekosongan. Fokus kami sekarang pengawasan ketat agar pangkalan disiplin dan masyarakat tetap tenang,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....