Ancaman Kekeringan 2026, BPBD Mataram Siapkan Strategi
- 19 Apr 2026 07:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Ancaman fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 mulai direspons serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. Meski di tengah keterbatasan anggaran yang berdampak pada pengurangan frekuensi patroli, langkah mitigasi tetap diperkuat guna mengantisipasi potensi kemarau panjang dan kekeringan ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, menegaskan bahwa fenomena yang kerap disebut “El Nino Godzilla” menjadi perhatian karena intensitasnya yang diperkirakan lebih besar dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
“Fenomena ini tidak bisa dianggap biasa. Dampaknya bisa signifikan, terutama pada ketersediaan air dan potensi kebakaran lahan,” ujarnya, Minggu 19 April 2026.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Indonesia, termasuk Mataram, berpotensi mulai memasuki musim kemarau panjang sejak April 2026. Meski saat ini masih terjadi hujan akibat anomali cuaca, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.
"Kami kuatkan koordinasi lintas sektor. bersama BPBD Provinsi NTB untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran guna mengantisipasi potensi kebakaran akibat kekeringan," katanya.
Namun di sisi lain, efisiensi anggaran memaksa adanya penyesuaian dalam operasional lapangan. Frekuensi patroli yang sebelumnya dilakukan hingga tiga kali sehari kini dikurangi menjadi satu kali sehari.
“Penyesuaian ini kami lakukan sebagai bagian dari efisiensi, khususnya biaya operasional BBM. Tapi pengawasan tetap berjalan dengan skema prioritas wilayah rawan,” jelas Budi.
Pemantauan difokuskan pada titik-titik yang dinilai rentan berdasarkan data Pusdalops serta informasi BMKG. Selain itu, BPBD juga memperkuat koordinasi dengan para camat untuk memastikan pelaporan cepat jika terjadi perubahan kondisi signifikan di wilayah masing-masing.
"Kami mengimbau warga untuk mulai menghemat penggunaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan selama masa transisi cuaca," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....