Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah Cegah Kekerasan
- 18 Apr 2026 20:14 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi
- Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri
- Kekerasan di NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal itu disampaikan saat mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, dalam seminar nasional kampanye anti kekerasan seksual di UIN Mataram, Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Indah, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga. Ia menilai, rumah tangga menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter dan ketahanan mental anak.

“Perlindungan tidak bisa ditunda dan tidak bisa hanya dibebankan pada negara. Keluarga, terutama orang tua, memegang peran kunci dalam menciptakan ruang aman bagi anak,” kata Indah.
Ia menambahkan, anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis cenderung memiliki daya tahan lebih kuat dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.
Indah juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi menutup-nutupi kasus kekerasan.
Menurut dia, sikap tersebut justru memperpanjang rantai persoalan. Ia mengajak semua pihak berhenti saling menyalahkan dan mulai mengambil langkah konkret. “Sekecil apa pun upaya yang dilakukan, jika dikerjakan bersama, akan berdampak besar dalam menekan angka kekerasan,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB mendorong agar isu pencegahan kekerasan masuk dalam kurikulum pendidikan, termasuk di madrasah dan pondok pesantren. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan perlindungan sejak dini.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam kampanye pencegahan kekerasan seksual. Ia menegaskan, perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan amanat konstitusi.
“Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, tanpa terkecuali. Ini menjadi dasar dalam memastikan hak perempuan dan anak terlindungi,” kata Arifah.
Ia menambahkan, perempuan dan anak merupakan bagian terbesar dari populasi Indonesia dan memegang peran strategis dalam pembangunan jangka panjang. Karena itu, perlindungan terhadap mereka menjadi investasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
“Jika kita ingin generasi unggul, maka perempuan dan anak harus dipastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....