Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Dorong Gerakan Kolektif Lawan Kanker
- 17 Apr 2026 18:34 WIB
- Mataram
Poin Utama
- YKI NTB
- Sinta Agathia M. Iqbal jadi Ketua YKI NTB
- Yayasan Kanker Indonesia (YKI)
RRI.CO.ID, Mataram - Sinta Agathia M. Iqbal resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum YKI Pusat, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, secara daring dari Jakarta, Jumat, 17 April 2026 di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.
Pelantikan ini menjadi penanda dorongan baru sebagai upaya penanggulangan kanker yang lebih menekankan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Bunda Sinta mengatakan penanganan kanker tak bisa lagi bertumpu pada tenaga medis semata.
Ia mendorong pendekatan kolektif yang melibatkan masyarakat secara luas. “Isu kanker adalah persoalan besar. Ini tidak bisa hanya diserahkan kepada tenaga kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” katanya.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan yang dimulai dari edukasi publik, perubahan pola hidup, hingga peningkatan kesadaran deteksi dini. Menurut dia, upaya tersebut harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar berdampak nyata pada penurunan kasus.
Sementara itu, Aru Wisaksono Sudoyo menilai pelantikan ini sebagai momentum pembenahan internal organisasi. Ia menyoroti perlunya transformasi YKI agar lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap dinamika regulasi.
“Transformasi ini menyangkut cara kerja, tata kelola, hingga pola koordinasi antara pusat dan daerah,” ujar Aru.
Ia mengatakan YKI akan memperkuat sistem koordinasi nasional yang terstandar, tanpa mengabaikan kebutuhan spesifik di daerah. Di sisi lain, transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Aru juga mengingatkan tingginya angka kanker di Indonesia. Sekitar 90 persen kasus, kata dia, berkaitan dengan faktor risiko gaya hidup dan lingkungan. Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi pencegahan dan deteksi dini yang lebih masif.
“Penurunan angka kanker tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi pada pencegahan dan deteksi dini,” ujarnya.
Pelantikan ini dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun ke-49 YKI. Momentum tersebut digunakan sebagai refleksi sekaligus penguatan peran organisasi dalam menghadapi beban kanker yang terus meningkat.
Dengan kepemimpinan baru, YKI NTB diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, memperkuat gerakan deteksi dini, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi kanker secara lebih terstruktur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....