Pemda Lotim Sosialisasikan Penggunaan Elpiji 3 Kg ke Peternak Ayam
- 17 Apr 2026 16:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar sosialisasi penggunaan gas elpiji 3 kilogram kepada kelompok peternak ayam sebagai respons atas kelangkaan gas bersubsidi yang sempat terjadi di masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Bupati dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait, Jumat, 17 April 2026.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kondisi distribusi elpiji 3 kg yang belakangan mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi, kondisi serupa tidak terjadi pada tahun sebelumnya.
“Pada 2025 lalu stok di Pertamina cukup, tidak ada kepanikan, sehingga masyarakat tidak melakukan pembelian berlebih,” ujarnya.
Namun, saat ini penggunaan elpiji bersubsidi semakin meluas, termasuk oleh pihak yang tidak sesuai peruntukannya. Merujuk pada edaran Pertamina, kandang ayam termasuk objek yang tidak diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa keberadaan peternak ayam sangat penting bagi perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari solusi yang seimbang tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan agen, jumlah pangkalan, maupun kuota elpiji, karena hal tersebut merupakan kewenangan Pertamina. Pemda hanya dapat mengusulkan penambahan kuota sesuai kebutuhan daerah.
Sebelumnya, Pemda Lombok Timur telah mengeluarkan edaran terkait sasaran penggunaan elpiji subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Sementara itu, pelaku usaha seperti peternak, hotel, restoran, jasa las, hingga usaha lainnya tidak diperkenankan menggunakannya.
Untuk itu, pemerintah mendorong peternak secara bertahap beralih ke elpiji non-subsidi. “Kami berharap mulai sekarang bisa beralih sedikit demi sedikit menggunakan elpiji non-subsidi, terutama bagi peternak yang sangat bergantung pada penggunaan gas,” katanya.
Pemerintah daerah juga berencana membantu proses penukaran tabung gas bagi peternak, sebagaimana yang telah dilakukan di beberapa wilayah. Selain itu, usulan pembelian elpiji subsidi berbasis desil juga telah diajukan ke pemerintah pusat agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Bupati berharap seluruh peternak dapat memahami kondisi ini dan mendukung kebijakan pemerintah. “Tanpa peternak, kebutuhan daging ayam dan telur tidak akan terpenuhi. Karena itu, mari kita cari solusi bersama demi mewujudkan Lombok Timur SMART,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....