Iqbal-Dinda Tunaikan Janji Politik lewat Program Desa Berdaya
- 17 Apr 2026 10:13 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Janji Politik Iqbal-Dinda
- Program Desa Berdaya
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) mulai merealisasikan janji politiknya melalui program Desa Berdaya. Sebanyak 106 desa kategori miskin ekstrem secara bertahap menerima bantuan keuangan senilai Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa.
“Janji politik saya memberikan bantuan Rp300–500 juta kepada desa, hari ini mulai saya bayar. Ini diberikan bertahap kepada 106 desa miskin ekstrem,” kata Iqbal usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Kamis, 16 April 2026.
Program Desa Berdaya merupakan salah satu program unggulan pasangan Iqbal–Indah Dhamayanti Putri. Pada tahap awal, bantuan difokuskan pada 40 desa, sebelum diperluas ke ratusan desa lain yang masuk kategori miskin ekstrem di NTB.
Iqbal menegaskan, pendekatan pembangunan berbasis desa menjadi kunci untuk menekan angka kemiskinan. Ia merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dimulai dari desa.
“Kalau persoalan kemiskinan tidak diselesaikan, itu akan menghambat pembangunan. Karena itu kita mulai dari desa,” ujarnya.
Selain bantuan berbasis desa, Pemerintah Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan langsung kepada kepala keluarga (KK) miskin ekstrem sebesar Rp7 juta. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong produktivitas warga melalui pendampingan.
Iqbal menyebut program Desa Berdaya terbagi dalam dua skema, yakni tematik dan transformatif. Skema tematik diperuntukkan bagi desa miskin absolut, sementara transformatif menyasar desa dengan kategori miskin ekstrem.
Ia meminta seluruh kepala desa agar merumuskan penggunaan anggaran melalui musyawarah desa sebelum dana ditransfer ke rekening desa.
Kepala Desa Saneo, Rustam H.M Said, dari Kabupaten Dompu, mengaku bersyukur desanya mendapat alokasi Rp500 juta. Bantuan itu dinilai penting di tengah pemangkasan anggaran dana desa dari pemerintah pusat.
Menurut Rustam, dana tersebut rencananya akan digunakan untuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan potensi pariwisata desa, termasuk objek wisata air terjun yang dimiliki wilayahnya.
“Nanti dirumuskan bersama pendamping desa. Bisa untuk ternak, bisa juga untuk perbaikan rumah. Kami juga punya potensi wisata air terjun,” kata Rustam.
Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat sekitar 50 kepala keluarga di Desa Saneo yang masuk kategori miskin ekstrem. Ia berharap bantuan tersebut mampu mendorong peningkatan ekonomi warga dan mempercepat pengentasan kemiskinan di desanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....