OJK Dukung Program Desa Berdaya untuk Perkuat Kesejahteraan Keuangan Masyarakat

  • 16 Apr 2026 10:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para pemangku kepentingan sektor jasa keuangan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Program Desa Berdaya. Program ini menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan kick off kolaborasi sektor jasa keuangan yang diselenggarakan di NTB. Program ini menjadi bentuk sinergi antara OJK, pemerintah daerah, serta mitra strategis dalam mendorong inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan, pelaku usaha ultra mikro, dan masyarakat prasejahtera.

Kegiatan diawali dengan Training of Facilitator (TOF) bagi pendamping Desa Berdaya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendamping dalam memberikan edukasi keuangan yang sederhana, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat desa. Acara pembukaan diisi oleh perwakilan OJK, International Labour Organization (ILO), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, menegaskan bahwa Program Desa Berdaya merupakan bagian dari komitmen OJK dalam membangun sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan edukasi keuangan, akses pembiayaan, dan perlindungan konsumen dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program Desa Berdaya dinilai sebagai salah satu instrumen penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan gelar wicara yang menghadirkan narasumber dari ILO dan organisasi masyarakat, membahas pentingnya literasi keuangan, penguatan kapasitas kelompok rentan, serta akses pembiayaan yang sesuai dengan potensi lokal.

Sebagai tindak lanjut, OJK bersama para pemangku kepentingan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Lombok Timur untuk meninjau calon mitra pendamping dan offtaker dari pengusaha binaan Bank NTB Syariah dan Bank Mandiri. Beberapa pelaku usaha yang diusulkan meliputi sektor peternakan ayam petelur, usaha kemiri, serta kerajinan Batik Sasambo.

Para pelaku usaha tersebut dinilai memiliki kapasitas dan kesiapan untuk mendukung implementasi program, termasuk berperan sebagai pendamping usaha dan offtaker bagi peserta Desa Berdaya.

Ke depan, implementasi Program Desa Berdaya di NTB akan terus diperkuat melalui inovasi lokal dan pengembangan ekosistem UMKM desa. Sinergi antar lembaga keuangan juga diharapkan semakin optimal, tidak hanya dalam pembiayaan, tetapi juga dalam mendorong budaya menabung, memperluas akses layanan keuangan, serta meningkatkan pembinaan usaha.

Dengan langkah tersebut, Program Desa Berdaya diharapkan mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui penguatan kesejahteraan keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....