Dipuji Peternak, Pengiriman Hewan Kurban NTB ke Jabodetabek Lebih Tertata

  • 15 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pengiriman Hewan Kurban dari NTB ke Jabodetabek
  • Pengiriman Hewan Kurban NTB 2026 Lebih Tertata
  • Pemprov NTB

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan pengiriman hewan kurban ke wilayah Jabodetabek tahun ini berlangsung lebih tertata dan terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Klaim ini disampaikan sebagai respons atas kabar adanya persoalan distribusi di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan perbaikan signifikan terjadi pada sistem pengaturan lalu lintas ternak tahun ini. “Secara umum pelaksanaan lalu lintas ternak justru mengalami perbaikan. Sistem yang diterapkan berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan mendasar,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

NTB selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung ternak nasional. Menjelang Hari Raya Iduladha, volume pengiriman sapi dari NTB ke Jabodetabek rata-rata mencapai sekitar 20 ribu ekor per tahun.

Menurut Khalik, persoalan utama dalam distribusi ternak bukan terletak pada tata kelola di daerah, melainkan keterbatasan moda transportasi laut. Kapal pengangkut truk dan tronton masih terbatas, sehingga kerap memicu antrean di pelabuhan.

Ia mengakui kepadatan sempat terjadi di sejumlah titik. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan akibat kegagalan sistem pengaturan, melainkan karena beririsan dengan musim panen jagung di NTB. “Ada pertemuan dua arus logistik besar secara bersamaan, yaitu ternak dan hasil pertanian,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah daerah membentuk Satuan Tugas Terpadu Lalu Lintas Hewan Kurban 2026 melalui keputusan gubernur. Satgas ini melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi vertikal, hingga asosiasi peternak.

Sejumlah langkah pengaturan diterapkan, antara lain penjadwalan penerbitan rekomendasi dan sertifikat veteriner, pembatasan maksimal 20 truk per kabupaten/kota per hari, serta edukasi kepada peternak agar menyesuaikan waktu pengiriman dengan jadwal kapal. Pemerintah juga memastikan layanan kesehatan hewan dan dukungan logistik di lapangan tetap tersedia.

Di sisi lain, Pemprov NTB telah mengajukan penambahan armada kapal kepada Kementerian Perhubungan melalui optimalisasi Pelabuhan Lembar dan Gili Mas, serta jalur tol laut dari Pelabuhan Bima. Namun, hingga kini penambahan armada tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.

Meski begitu, Khalik menilai distribusi ternak tahun ini tetap berjalan aman dan terkendali. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai indikator bahwa sistem pengelolaan yang dibangun mulai berada di jalur yang tepat.

Apresiasi juga datang dari peternak. Sejumlah peternak di Kabupaten Bima mengaku merasakan perbaikan layanan pengiriman ternak tahun ini, terutama di jalur pelabuhan.

“Alhamdulillah, tahun ini sangat baik. Arus lalu lintas di Pelabuhan Gili Mas maupun Poto Tano lebih lancar,” kata seorang peternak.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan tahun sebelumnya, ketika pengiriman ternak sempat tertahan berhari-hari akibat keterbatasan kapal. “Sekarang jauh lebih lancar sejak ada satgas,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB berharap perbaikan ini dapat dipertahankan, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai daerah pemasok ternak nasional. “Kami berkomitmen menjaga distribusi tetap baik dan meningkatkan kepercayaan pasar,” kata Khalik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....