Membanggakan! Siswi SMKN 1 Lingsar Raih Best Personality Putri Kebaya NTB 2026

  • 15 Apr 2026 10:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Prestasi membanggakan diraih oleh siswi SMKN 1 Lingsar, Risti Haura Zulfa, yang sukses menyabet gelar Best Personality dalam ajang Putri Kebaya NTB 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu tampil berkarakter sekaligus membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya.

Ajang Putri Kebaya NTB menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mempromosikan kebaya sebagai warisan budaya. Dalam proses seleksi yang berlangsung sejak Desember 2026, peserta dinilai dari sikap, komunikasi, serta kemampuan membawa diri.

Risti Haura Zulfa mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses panjang yang penuh tantangan. Ia menilai ajang ini memberikan banyak pembelajaran yang berdampak langsung pada perkembangan dirinya.

“Penghargaan ini diberikan berdasarkan sikap, cara berkomunikasi, dan bagaimana kita membawa diri selama proses seleksi,” jelasnya, Rabu 15 April 2026.

Menurutnya, pengalaman mengikuti ajang tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kepercayaan diri. Ia juga merasa lebih mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan setelah melalui proses seleksi.

“Dari pengalaman ini saya belajar pentingnya percaya diri dan bagaimana berinteraksi dengan baik dengan banyak orang,” ungkapnya.

Dalam sesi penilaian, peserta juga dituntut menyampaikan gagasan melalui public speaking. Risti mengangkat isu pelestarian kebaya di kalangan remaja yang dinilainya mulai mengalami penurunan minat.

“Saya lebih menekankan edukasi kepada anak muda untuk tidak malu memakai kebaya,” tuturnya.

Ia menilai bahwa perubahan pola pikir generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya. Pendekatan edukatif dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kebaya.

“Banyak yang menganggap kebaya itu kuno, padahal itu bagian dari identitas kita,” ujarnya.

Ia menilai bahwa ajang Putri Kebaya memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya lokal. Peserta didorong menjadi agen perubahan yang aktif di lingkungannya.

“Saya berharap anak muda lebih peduli dan tidak malu melestarikan budaya sendiri,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....