RS Mutiara Sukma Buka Layanan Kesehatan Perempuan dan Anak

  • 15 Apr 2026 09:19 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • RS Mutiara Sukma
  • Buka Layanan Kesehatan Perempuan dan Anak

RRI.CO.ID, Mataram - Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengubah arah layanan. Tidak lagi semata dikenal sebagai rumah sakit jiwa, RS milik pemerintah daerah ini mulai merambah layanan kesehatan perempuan, anak, hingga kebugaran.

Perubahan itu bukan sekadar kosmetik. Pergantian nama dari Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma menjadi RS Mutiara Sukma menandai upaya mengikis stigma sekaligus memperluas spektrum pelayanan. Di saat yang sama, manajemen memperkenalkan dua layanan baru: Women’s Health Care dan Medical Wellness Hospital.

Direktur RSMS, dr. Wiwin Nurhasida, mengatakan pembukaan layanan tersebut merupakan bagian dari strategi menghadirkan layanan kesehatan yang lebih utuh. “Kami tidak meninggalkan layanan jiwa. Itu tetap menjadi unggulan. Tapi kami juga mulai fokus pada kesehatan ibu dan anak serta kebugaran,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Konsep Women’s Health Care, kata Wiwin, tidak hanya menyasar layanan medis, tetapi juga pendekatan berbasis peran perempuan. Rumah sakit berupaya memperbanyak tenaga perempuan dalam lini pelayanan, termasuk di sektor keamanan. “Pendekatannya lebih inklusif, lebih ramah,” kata dia.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan perubahan regulasi nasional di sektor kesehatan. Perubahan nomenklatur RSMS didasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan aturan turunannya, serta keputusan gubernur NTB pada 2025. Tujuannya, membuka ruang layanan yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam satu tahun terakhir, RSMS mencatat peningkatan kunjungan pasien. Sepanjang 2025, jumlah pasien rawat jalan mencapai 93.033 orang, naik dari 82.853 pada tahun sebelumnya. Sementara pasien rawat inap tercatat 2.206 orang, meningkat dari 2.070 pasien pada 2024.

Wiwin menilai kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa. “Stigma mulai berkurang. Edukasi dan inovasi pelayanan cukup berpengaruh,” ujarnya.

Di sisi mutu layanan, RSMS mengklaim telah memenuhi seluruh indikator mutu nasional rumah sakit pada 2025. Capaian ini juga membuat RSMS dipercaya berbagi praktik baik dalam pelaporan insiden keselamatan pasien di tingkat provinsi.

Tidak hanya itu, manajemen juga menggenjot pendapatan melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sejumlah strategi ditempuh, mulai dari penambahan poliklinik konsultan seperti kesehatan jiwa anak dan remaja, adiksi, hingga tumbuh kembang anak hingga pembukaan layanan sore hari.

Digitalisasi menjadi andalan lain. RSMS mengembangkan berbagai aplikasi dan sistem layanan, seperti layanan pengaduan, rujukan terpadu, hingga program edukasi berbasis sekolah. Di bidang sumber daya manusia, hampir seluruh pegawai telah mengikuti pelatihan kompetensi sepanjang 2025.

Meski memperluas layanan, RSMS menghadapi tantangan menjaga citra publik. Sebagai rumah sakit yang lama dilekatkan dengan layanan kejiwaan, perubahan persepsi masyarakat menjadi pekerjaan jangka panjang.

“Kepercayaan publik itu kunci. Kami terus membuka ruang masukan agar layanan bisa terus diperbaiki,” kata Wiwin.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....