Pemkab Bima dan BPS Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026
- 13 Apr 2026 19:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah Kabupaten Bima bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bima mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026). Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dengan Kepala BPS Kabupaten Bima, Lalu Yuriade Mulana, beserta jajaran, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati.
Pertemuan tersebut menyoroti kesiapan teknis dan dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan sensus yang menjadi instrumen penting untuk menyediakan data pembangunan daerah yang akurat dan terpercaya.
Wakil Bupati Bima menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan SE 2026. Ia menekankan bahwa data yang valid dan terintegrasi sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
"Kami membutuhkan data tunggal yang mampu memotret kondisi riil desa dan kecamatan di Kabupaten Bima. Data yang valid dan terintegrasi sangat penting untuk perencanaan pembangunan," katanya, Senin 13 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos., M.M., Kepala Bappeda Taufik, S.T., M.T., serta Kepala DPMD Drs. H. Masykur, M.M.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bima, Lalu Yuriade Mulana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dimulai pada Mei hingga Agustus 2026. Tahapan awal pada Mei difokuskan pada pendataan pelaku usaha, baik skala mikro maupun makro.
"Pada bulan Mei dilakukan sensus terhadap pelaku usaha, sedangkan bulan Juni hingga Agustus akan dilaksanakan pendataan secara door to door," jelasnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bima dan BPS, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas yang mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Selain itu, BPS Kabupaten Bima juga akan mengembangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Tiga desa telah ditetapkan sebagai percontohan, yaitu Desa Rabakodo, Desa Penapali, dan Desa Tenga.
Program Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik masyarakat desa serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan berbasis bukti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....