Harga LPG Tak Terkendali, Pedagang Gerung Minta Pemerintah Turun Tangan
- 13 Apr 2026 18:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Lonjakan harga LPG 3 kilogram kembali memicu keluhan warga, terutama kalangan pedagang kecil di wilayah Gerung, Lombok Barat. Sejak awal April 2026, harga gas bersubsidi tersebut mengalami kenaikan yang dinilai cukup signifikan dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mikro yang sangat bergantung pada pasokan energi tersebut.
Salah satu pedagang kecil, Nurul Hikmah, yang sehari-hari membuka warung mengungkapkan kenaikan harga ini terasa begitu membebani. Ia menyebutkan, harga LPG 3 kg yang sebelumnya berkisar Rp22 ribu kini naik menjadi Rp25 ribu per tabung.
“Kenaikan ini terasa sekali sejak awal April, dari biasanya Rp22 ribu sekarang jadi Rp25 ribu, mau tidak mau tetap harus beli untuk memasak air, memanaskan cilok, dan kebutuhan jualan lainnya,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi dilematis. Di tengah meningkatnya biaya operasional, mereka tidak memiliki ruang untuk menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Ini sangat memberatkan kami pedagang kecil, kalau harga jual dinaikkan takut pembeli berkurang, tapi kalau tidak dinaikkan keuntungan jadi sangat tipis,” katanya menegaskan.
Nurul menjelaskan, dalam situasi sulit ini, sebagian besar pedagang memilih bertahan dengan keuntungan yang minim demi menjaga loyalitas pelanggan. Strategi tersebut dinilai sebagai langkah paling realistis di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.
“Yang penting dagangan tetap laku, walaupun untungnya tidak seberapa,” ucapnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengawasi distribusi dan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer. Dugaan adanya permainan harga di lapangan dinilai perlu ditindak tegas agar tidak semakin merugikan masyarakat kecil.
“Saya berharap ada sidak ke pengecer, jangan sampai mereka menaikkan harga seenaknya karena ini sangat memberatkan kami pedagang kaki lima,” katanya.
Lebih lanjut, Nurul berharap harga LPG 3 kg dapat kembali stabil seperti sebelumnya agar aktivitas usaha kecil dapat berjalan normal tanpa tekanan biaya yang tinggi. Stabilitas harga dinilai menjadi kunci agar pelaku usaha mikro tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Kami hanya ingin harga kembali normal supaya bisa jualan seperti biasa, karena kalau harga di warung ikut naik, kami takut pembeli jadi sepi,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....