Target Kemiskinan Nol Persen Jadi Fokus RKPD Dompu

  • 13 Apr 2026 11:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan tahapan wajib dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.

Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga rangkaian konstitusional yang harus dilalui sebelum penetapan arah pembangunan daerah.

Bambang menjelaskan, tahun 2027 menjadi fase krusial dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Dompu sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

"Arah pembangunan Dompu ke depan akan difokuskan pada tiga transformasi utama," katanya, Senin, 13 April 2026.

Tiga transformasi itu, adalah transformasi sosial yang inklusif, transformasi ekonomi yang produktif dan berkelanjutan, serta transformasi tata kelola pemerintahan yang responsif dan transparan.

Selain itu, perencanaan pembangunan daerah harus selaras dengan kebijakan pembangunan di tingkat provinsi maupun nasional.

Keselarasan tersebut tercermin dalam tema pembangunan tahun 2027, yakni peningkatan produktivitas dan investasi berbasis desa untuk mendukung ketahanan pangan serta pengentasan kemiskinan.

“Tema ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dan provinsi, sehingga harus mampu kita terjemahkan dalam program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan Dompu ke depan.

Di antaranya, pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting yang ditargetkan mampu ditekan hingga satu digit, bahkan kemiskinan ekstrem ditargetkan nol persen, serta prevalensi stunting turun hingga 12 persen pada 2027.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui intervensi berbasis desa, penguatan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah akan mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang mampu membentuk karakter dan daya pikir kritis, serta menggeser paradigma layanan kesehatan dari kuratif ke preventif.

Di sektor ekonomi, Bambang menekankan pentingnya peningkatan produktivitas sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan.

Transformasi menuju sistem produksi modern, penggunaan teknologi, hilirisasi, serta penguatan akses pasar menjadi langkah strategis yang akan ditempuh.

“Desa harus menjadi pusat produksi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesempatan kerja melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Penguatan UMKM, pelatihan vokasi, serta kemitraan dengan dunia usaha melalui program magang dan penempatan kerja akan terus didorong.

Di sisi lain, penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital menjadi prioritas untuk menciptakan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), penguatan pengawasan, serta peningkatan integritas aparatur menjadi langkah penting dalam mencegah praktik korupsi.

Bupati juga menegaskan pentingnya penggunaan satu data dalam perencanaan pembangunan agar tidak terjadi perbedaan interpretasi antar perangkat daerah.

“Perencanaan pembangunan harus berbasis data yang akurat dan terkini. Tidak boleh lagi ada perbedaan data antar perangkat daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan ke depan harus dimulai dari desa. Desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama dan pusat pertumbuhan ekonomi.

“Dari desa kita bangun produktivitas, dari desa kita dorong investasi, dan dari desa kita wujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” katanya.

Menutup sambutannya, Bambang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.

“Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama dalam satu visi untuk mewujudkan Dompu yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....