Hadapi Dinamika Global, Polres Lombok Utara Perkuat Persepsi Publik

  • 10 Apr 2026 10:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara — Tantangan keamanan daerah kini tidak lagi semata berasal dari ancaman konvensional, melainkan turut dipengaruhi dinamika global dan derasnya arus informasi digital yang membentuk persepsi publik. Kondisi ini mendorong aparat kepolisian untuk mengubah pendekatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kepala Kepolisian Resor Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, menegaskan pentingnya pergeseran strategi tersebut saat memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Aman Nusa I Rinjani 2026, Senin 6 April 2026. Apel ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan sosial di wilayah hukum Polres Lombok Utara.

Menurutnya, situasi global seperti konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia memiliki dampak langsung terhadap kondisi sosial di tingkat daerah. Dampak tersebut, kata dia, tidak lagi bersifat abstrak, tetapi telah menjadi faktor nyata yang memengaruhi stabilitas masyarakat.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah mempercepat penyebaran berbagai informasi tanpa batas.

"Kondisi ini berpotensi memunculkan misinformasi yang dapat membentuk opini publik secara cepat, bahkan memicu keresahan hingga konflik sosial," ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Kapolres menilai bahwa paradigma keamanan perlu diperluas.

"Kamtibmas saat ini tidak hanya berkaitan dengan penanganan kriminalitas, tetapi juga mencakup aspek kepercayaan publik, stabilitas sosial, serta kemampuan institusi dalam merespons dinamika yang berkembang," jelasnya.

Polri, lanjutnya, dituntut untuk bertransformasi menjadi institusi yang adaptif dan responsif, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pengelola stabilitas sosial. Kemampuan membaca situasi, memahami dinamika masyarakat, serta membangun komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas.

Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan deteksi dini dan penanganan konflik secara komprehensif.

Pendekatan humanis dan dialogis dalam pengelolaan massa juga menjadi perhatian utama. Ia menegaskan bahwa legitimasi Polri di mata masyarakat tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menjaga situasi tetap aman, tetapi juga oleh cara aparat bertindak di lapangan.

Apel kesiapan tersebut diikuti oleh jajaran pejabat utama, para perwira, serta seluruh personel satuan fungsi Polres Lombok Utara. Kegiatan ini juga melibatkan unsur Brimob Kompi 3 Batalyon A Amor-Amor sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan taktis dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.

Melalui kesiapan ini, Polres Lombok Utara diharapkan mampu menghadapi tantangan kamtibmas yang semakin kompleks, sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah perubahan lanskap keamanan yang kian dinamis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....